Pengawasan Pasar Crypto di AS
Washington telah menghabiskan setahun berdebat tentang lembaga mana yang seharusnya mengatur pasar senilai $2,2 triliun. Namun, tidak ada yang mempertanyakan apakah lembaga tersebut memiliki cukup personel untuk melaksanakan tugas ini. Saat ini, hanya ada satu komisaris yang menjabat, sementara empat kursi lainnya kosong, dan lembaga tersebut berencana untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam operasionalnya.
Debat Kebijakan Crypto
Selama setahun terakhir, seluruh debat kebijakan crypto di Amerika Serikat telah berfokus pada masalah yurisdiksi: apakah SEC atau CFTC yang seharusnya mengawasi pasar aset digital? Undang-Undang CLARITY memberikan jawaban bahwa CFTC adalah lembaga yang tepat, dan industri telah menghabiskan banyak energi dan sumber daya untuk memastikan hal ini tertuang dalam undang-undang.
Kondisi CFTC
Namun, di tengah perdebatan tersebut, hampir tidak ada yang mempertanyakan kondisi lembaga yang akan bertanggung jawab atas pengawasan ini. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dirancang untuk memiliki lima komisaris, tetapi saat ini hanya ada satu yang menjabat. Empat kursi kosong, termasuk dua posisi untuk partai minoritas, membuat lembaga ini tampak tidak siap untuk mengawasi pasar senilai $2,2 triliun.
Saat ini, CFTC beroperasi dengan sekitar 556 karyawan, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan SEC yang memiliki sekitar 4.200 karyawan. Jarak ini sudah ada sebelum munculnya crypto dan menjadi semakin tidak masuk akal ketika CFTC harus mengawasi pasar spot untuk token yang dimiliki oleh puluhan juta pembeli ritel. Sejak Januari 2025, di bawah program pengurangan tenaga kerja federal, lembaga ini telah kehilangan antara 21% hingga 25% dari jumlah karyawannya.
Masalah Kepemimpinan
Kepemimpinan CFTC juga menjadi masalah. Secara hukum, lembaga ini memiliki lima kursi, tetapi saat ini hanya ada satu komisaris yang menjabat, yaitu Selig, yang dikonfirmasi pada Desember 2025. Ini bukan hal baru; pendahulunya, ketua sementara Caroline Pham, juga merupakan satu-satunya komisaris selama masa jabatannya, sehingga CFTC telah berfungsi sebagai badan satu orang selama dua periode kepemimpinan.
Empat lowongan, termasuk dua kursi untuk partai minoritas, membuat lembaga ini kehilangan keseimbangan bipartisan yang seharusnya ada. Selig sendiri bukanlah penunjukan yang kebetulan; dia adalah mantan pejabat CFTC yang baru-baru ini menjabat sebagai penasihat utama untuk Tim Tugas Crypto SEC, menjadikannya orang yang paling berkualifikasi untuk posisi ini.
Beban Kerja yang Meningkat
Masalah yang lebih mendasar adalah beban kerja lembaga ini yang semakin meningkat, sementara jumlah staf terus menurun. CFTC diharapkan untuk memberikan pengawasan utama atas perdagangan spot dalam komoditas digital, termasuk Bitcoin, Ether, XRP, Solana, dan aset lainnya. Ini berarti lembaga ini harus menyiapkan buku aturan, pendaftaran, pemeriksaan, pengawasan, dan standar penyimpanan untuk pasar yang sepenuhnya baru.
CFTC juga mengklaim yurisdiksi federal eksklusif atas sektor yang telah berkembang pesat, tetapi saat ini sedang menghadapi gugatan dari negara bagian yang berusaha untuk mengatur pasar prediksi olahraga. Selig telah mengonfirmasi bahwa lembaga ini sedang menyelidiki perdagangan yang mencurigakan di pasar tersebut, yang menunjukkan bahwa kapasitas lembaga ini untuk mengawasi pasar yang berkembang pesat sangat terbatas.
Peran Teknologi dalam Pengawasan
Dalam konteks ini, Selig telah menyatakan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan otomatisasi, dapat membantu mengatasi kekurangan staf. Namun, ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan yang dapat dilakukan oleh lembaga yang mengandalkan perangkat lunak untuk meninjau aplikasi pendaftaran dan mengawasi pasar.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa lembaga ini telah mempercepat pembuatan aturannya tentang pasar prediksi dan crypto, tetapi kecepatan ini tidak selalu berarti kualitas yang lebih baik. Tanpa adanya dissent dari komisaris minoritas, tidak ada negosiasi mayoritas yang terjadi, dan ini dapat mengakibatkan aturan yang tidak diuji secara menyeluruh.
Risiko Pengawasan yang Tidak Memadai
Industri crypto telah menghabiskan setahun terakhir berusaha memastikan bahwa CFTC adalah lembaga yang tepat untuk mengawasi aset digital, tetapi dengan kondisi saat ini, ada risiko besar bahwa pengawasan yang diberikan tidak akan memadai. Jika CFTC tidak dapat mengisi kekosongan staf dan menyelesaikan buku aturan dalam waktu yang ditentukan, industri ini mungkin akan beroperasi dalam status sementara, yang berarti ketidakpastian hukum yang lebih besar.
Dalam situasi ini, penting bagi industri untuk bersuara dan mendesak agar regulator memiliki sumber daya yang memadai untuk menjalankan tugasnya, karena alternatif untuk pengawasan yang kompeten bukanlah tidak adanya pengawasan, melainkan pengawasan yang terlambat dan tidak efektif.