Franklin Templeton Dukung Clarity Act untuk Regulasi Cryptocurrency yang Lebih Jelas

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Dukungan Terhadap Clarity Act

Franklin Templeton, perusahaan manajemen investasi multinasional asal Amerika, telah menyatakan dukungannya terhadap Clarity Act, sebuah undang-undang yang mengatur cryptocurrency dan saat ini masih dalam tahap ketidakpastian. Dengan aset yang dikelola mencapai $1,7 triliun, Franklin Templeton percaya bahwa undang-undang ini akan memberikan kejelasan mengenai regulasi crypto.

Reaksi dari Perusahaan Investasi Besar

Beberapa perusahaan investasi besar lainnya juga telah memberikan dukungan terhadap Clarity Act. BlackRock, manajer aset terbesar di dunia dengan lebih dari $15 triliun aset yang dikelola, menyebut undang-undang ini sebagai “langkah penting“. Raksasa reksa dana, Fidelity, juga memuji legislasi ini, berargumen bahwa undang-undang tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan kepastian di pasar.

Selain itu, Fidelity menekankan bahwa Clarity Act akan memperkuat posisi kepemimpinan Amerika Serikat dalam bidang aset digital. Seperti yang dilaporkan oleh U.Today, CEO Goldman Sachs, David Solomon, juga mendukung undang-undang ini meskipun ada penolakan dari beberapa rekan sejawatnya, seperti Jamie Dimon dari JPMorgan. Menurut Solomon, legislasi ini akan mempermudah lembaga keuangan besar untuk berpartisipasi dalam industri yang sedang berkembang ini.

Suara Penolakan

Dukungan dari perusahaan-perusahaan besar ini tidak mengejutkan, mengingat kepentingan langsung mereka dalam dunia cryptocurrency. Namun, terdapat juga banyak suara yang menentang Clarity Act. Jaksa Agung New York, Letitia James, telah mengungkapkan penolakannya terhadap legislasi ini, berargumen bahwa undang-undang tersebut akan “melemahkan” upaya penegakan hukum di tingkat negara bagian dan lokal.

Ketidakpastian Masa Depan

Saat ini, belum ada kepastian apakah undang-undang ini akan ditandatangani menjadi hukum tahun ini, dan peluangnya semakin kecil, menurut analisis dari Polymarket. Senator Ruben Gallego (D-AZ) menyatakan bahwa ada perkembangan terkait kesepakatan etika dalam dunia crypto, sementara para pembuat undang-undang masih sibuk menyelesaikan teks undang-undang tersebut.

Di antara 100 senator, beberapa kritikus terkuat terhadap Clarity Act termasuk Elizabeth Warren (D-MA), Chris Murphy (D-CT), dan Chris Van Hollen (D-MD).