Aplikasi Palsu Wasabi Wallet Mencuri 6 BTC
Sebuah aplikasi palsu bernama Wasabi Wallet telah muncul di App Store Apple dan dilaporkan telah mencuri sekitar 6 BTC dari seorang pengguna, menurut laporan pemantauan keamanan cryptocurrency. Menurut informasi dari Com Feed, aplikasi berbahaya ini menyamar sebagai Wasabi Wallet, dan laporan yang beredar di platform X menunjukkan bahwa satu korban kehilangan sekitar 6 BTC setelah berinteraksi dengan perangkat lunak penipuan tersebut. Aplikasi ini merupakan klon dompet cryptocurrency ke-27 yang teridentifikasi di App Store Apple sepanjang tahun ini.
Peringatan untuk Pengguna
Rincian mengenai bagaimana korban berinteraksi dengan aplikasi tersebut, termasuk apakah frasa pemulihan dimasukkan atau metode lain yang digunakan untuk menguras dompet, belum diungkapkan dalam laporan awal. Com Feed memperingatkan pengguna untuk memverifikasi aplikasi Wasabi Wallet dengan hati-hati sebelum mengunduh perangkat lunak yang menggunakan nama dompet tersebut. Peniru Wasabi Wallet ini menambah daftar aplikasi penipuan cryptocurrency yang telah lolos dari proses tinjauan App Store Apple pada tahun 2026.
Statistik Klon Dompet
Menurut laporan pemantauan, sebanyak 27 klon dompet telah diidentifikasi di App Store sejak awal tahun. Aplikasi palsu Ledger menjadi kasus terbesar di antara klon yang dilaporkan, dengan kerugian sekitar $9,3 juta terkait pencurian. Aplikasi dompet penipuan umumnya meniru merek dan antarmuka produk cryptocurrency yang sudah mapan, sehingga sulit bagi pengguna untuk membedakannya dari perangkat lunak yang sah hanya berdasarkan penampilan.
Kerugian dan Identifikasi Aplikasi
Dalam kasus ini, laporan awal secara khusus mengidentifikasi aplikasi tersebut sebagai penguras Wasabi Wallet palsu, bukan rilis resmi dari proyek dompet tersebut. Kerugian yang dilaporkan sekitar 6 BTC juga menempatkan kasus terbaru ini di antara pencurian individu yang lebih besar yang terkait dengan aplikasi peniruan dompet tahun ini. Nilai dolar yang tepat tergantung pada harga Bitcoin saat aset diambil, sementara laporan pemantauan awal mengkuantifikasi kerugian korban dalam BTC tanpa memberikan angka dolar yang terkonfirmasi.
Informasi Pengembang dan Tindakan Apple
Tidak ada informasi dalam laporan awal yang mengidentifikasi pengembang di balik aplikasi tersebut atau menjelaskan berapa lama aplikasi ini telah tersedia di pasar Apple. Rincian mengenai apakah Apple telah menghapus aplikasi tersebut juga tidak termasuk dalam informasi yang tersedia saat laporan ini ditulis.
Kasus Serupa di Masa Lalu
Insiden serupa terjadi pada bulan April, menunjukkan bagaimana aplikasi penipuan dapat memperoleh kendali atas dompet cryptocurrency dengan meyakinkan pengguna untuk mengungkapkan kredensial pemulihan mereka. Pada 20 April, musisi Amerika Garrett Dutton, yang dikenal sebagai G. Love, melaporkan kehilangan 5,9 BTC senilai sekitar $420.000 pada saat itu, setelah mengunduh perangkat lunak yang menyamar sebagai manajer Ledger Live dari App Store Apple.
Dutton mengaku menginstal program berbahaya tersebut di MacBook Neo barunya dan memasukkan frasa benihnya setelah aplikasi memintanya untuk melakukannya. Penyerang kemudian menguras simpanan Bitcoin yang telah ia kumpulkan selama hampir satu dekade dan berniat untuk digunakan untuk pensiun.
Penyelidikan dan Tindakan Bursa
Penyelidik on-chain ZachXBT kemudian melacak dana yang dicuri dan melaporkan bahwa dana tersebut telah ditransfer ke alamat yang terkait dengan KuCoin melalui sembilan transaksi. KuCoin mengonfirmasi kepada crypto.news pada saat itu bahwa mereka memiliki prosedur untuk memantau dan menangani aktivitas mencurigakan sesuai dengan persyaratan regulasi. Bursa tersebut membantah bahwa mereka telah membiarkan aktivitas ilegal dan menyatakan bahwa masalah tersebut sedang ditinjau, sambil menolak untuk membahas rincian spesifik karena pertimbangan keamanan, privasi, dan investigasi.
Tren Penipuan Cryptocurrency
Insiden April tersebut mengikuti kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan perangkat lunak yang menyamar sebagai perusahaan dompet perangkat keras. Pada tahun 2023, aplikasi palsu Ledger muncul di toko Microsoft dan dikaitkan dengan kerugian hampir $600.000 sebelum Microsoft mengakui bahwa program tersebut telah melewati proses tinjauannya. Pemilik dompet juga telah menghadapi upaya peniruan melalui surat fisik, di mana penipu menggunakan informasi pelanggan yang bocor untuk mengirim surat yang membawa merek Ledger dan Trezor yang dipalsukan.
Beberapa surat menginstruksikan penerima untuk menyelesaikan proses otentikasi yang diduga wajib sebelum batas waktu yang ditentukan. Kode QR yang disertakan dalam surat mengarahkan pengguna ke situs web berbahaya di mana mereka diminta untuk memberikan frasa pemulihan 12 kata atau 24 kata. Setelah dimasukkan, frasa pemulihan tersebut dapat memberikan kontrol kepada penyerang atas dompet yang bersangkutan, memungkinkan mereka untuk mentransfer aset tanpa memerlukan otorisasi lebih lanjut dari korban.
Statistik Penipuan Cryptocurrency
FBI telah secara terpisah mendokumentasikan meningkatnya kerugian akibat penipuan terkait cryptocurrency di Amerika Serikat. Kerugian terkait crypto mencapai sekitar $11 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan sekitar $9 miliar setahun sebelumnya. Laporan mengenai aplikasi Wasabi Wallet palsu ini berkaitan dengan perangkat lunak peniruan dan tidak menunjukkan bahwa Wasabi Wallet itu sendiri telah dikompromikan. Pencurian yang dilaporkan justru terkait dengan perangkat lunak yang disajikan kepada pengguna dengan identitas dompet tersebut.