Plume dan Shinhan Uji Dana Tokenisasi KRW dalam Bukti Konsep Offshore

14 jam yang lalu
2 menit baca
6 tampilan

Kerja Sama Plume dan Shinhan Asset Management

Plume dan Shinhan Asset Management menandatangani nota kesepahaman pada 14 Agustus untuk menguji dana tokenisasi yang denominasi KRW, yang didukung oleh salah satu dana obligasi ultra jangka pendek Shinhan. Proyek ini merupakan bukti konsep (Proof of Concept) dan tidak akan melibatkan penerbitan atau distribusi yang sebenarnya. Proyek ini akan dijalankan melalui struktur terisolasi di yurisdiksi ketiga yang secara kontraktual dan teknis memblokir akses bagi penduduk Korea.

Tujuan dan Rencana Uji Coba

Perusahaan-perusahaan tersebut berencana untuk menguji persyaratan teknis dan kepatuhan yang diperlukan untuk memindahkan struktur dana ke on-chain. Uji coba ini akan mencakup:

  • Pembatasan transfer berbasis whitelist
  • Pemeriksaan Know Your Customer (KYC)
  • Kontrol anti pencucian uang (AML)
  • Proses operasional on-chain

Shinhan menyatakan bahwa tujuan dari proyek ini adalah untuk menilai apakah produk investasi yang denominasi won dapat akhirnya mencapai pasar offshore melalui infrastruktur tokenisasi.

Detail Nota Kesepahaman

Nota kesepahaman ini mencatat niat perusahaan untuk bekerja sama, namun tidak mengikat mereka pada penerbitan komersial. Plume dan Shinhan Asset Management, yang merupakan manajer aset terkemuka di Korea dengan AUM sebesar KRW 133,6 triliun, telah menandatangani MOU untuk mengembangkan bukti konsep untuk dana tokenisasi yang denominasi KRW, dengan obligasi ultra jangka pendek Won sebagai aset dasar. Proyek ini akan menguji proses penerbitan dan distribusi tanpa menciptakan produk investasi yang nyata.

Perbandingan dengan Model Lain

Shinhan juga menyatakan bahwa proyek ini akan membandingkan model dana tokenisasi BUIDL BlackRock, menggunakan dana obligasi ultra jangka pendek KRW sebagai aset dasar. Perbandingan ini berkaitan dengan struktur operasional dan desain kepatuhan. BlackRock belum diumumkan sebagai peserta dalam proyek Shinhan dan Plume.

Pernyataan CEO dan Regulasi

CEO Shinhan, Lee Seok-won, menegaskan bahwa percobaan ini “secara fundamental tidak dimaksudkan untuk penerbitan atau distribusi yang sebenarnya.” Penduduk Korea akan dikecualikan dari struktur tersebut.

Selain itu, struktur offshore ini muncul sebelum kerangka sekuritas token baru Korea Selatan mulai berlaku. Komisi Layanan Keuangan (FSC) mengumumkan bahwa amandemen terhadap Undang-Undang Pendaftaran Elektronik dan Undang-Undang Layanan Investasi Keuangan dan Pasar Modal telah disetujui oleh Majelis Nasional pada 15 Januari dan dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Februari 2027.

Infrastruktur dan Persiapan

Amandemen ini akan memungkinkan buku besar terdistribusi berbasis blockchain untuk berfungsi sebagai registri sekuritas yang diakui secara hukum, sambil tetap tunduk pada aturan sekuritas yang ada. FSC juga telah membentuk badan konsultasi publik-swasta untuk bekerja pada penerbitan, sirkulasi, teknologi, pembayaran, dan standar penyelesaian sebelum implementasi.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Korea Selatan sudah membangun infrastruktur untuk rezim sekuritas tokenisasi barunya, termasuk sistem yang sedang dikembangkan untuk Korea Securities Depository. Waktu ini menjadikan persiapan percobaan Plume dan Shinhan lebih sebagai persiapan daripada peluncuran dana domestik.

Kerja Sama dengan Kimber Transfer Agency

Infrastruktur regulasi AS Plume datang melalui Kimber Transfer Agency. Sebuah pengajuan SEC menunjukkan Kimber mengajukan Form TA 1 pada 29 Agustus 2025, dan pengajuan tersebut diterima pada 26 September. Plume telah menggambarkan Kimber sebagai agen transfer yang mendukung catatan kepemilikan resmi untuk sekuritas tokenisasi.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Plume bergabung dengan kelompok kerja tokenisasi DTCC bersama perusahaan keuangan besar pada bulan Agustus. Kelompok ini memberikan saran tentang standar operasional seputar layanan tokenisasi DTC, yang direncanakan DTCC untuk diluncurkan pada Oktober 2026. Keanggotaan Plume tidak berarti DTCC telah memilih blockchain Plume atau memasuki integrasi produksi dengannya.

Status Pendaftaran dan Rencana Masa Depan

Dalam liputan terkait, unit Kimber Plume menjadi agen transfer terdaftar SEC, memberikan perusahaan kemampuan pencatatan yang diatur di AS. Pendaftaran tersebut tidak merupakan persetujuan SEC terhadap dana Shinhan yang diusulkan atau produk Korea masa depan. Shinhan dan Plume belum mengumumkan tanggal penyelesaian untuk PoC.

Tonggak berikutnya akan berupa uji teknis seputar whitelist, KYC, AML, dan kontrol operasional offshore, diikuti oleh keputusan apakah akan mengejar penerbitan yang diatur. Setiap peluncuran domestik di masa depan juga harus mematuhi kerangka sekuritas Korea Selatan setelah mulai berlaku pada Februari 2027.

Pernyataan CEO Plume

CEO Plume, Chris Yin, menggambarkan kerja sama ini sebagai langkah pertama menuju menghubungkan aset KRW yang patuh dengan investor global, meskipun itu tetap menjadi tujuan yang mengarah ke depan.

Saat ini, tidak ada basis investor atau yurisdiksi distribusi masa depan yang diumumkan. Perjanjian ini tetap sebagai MOU eksplorasi tanpa penerbitan dana langsung, distribusi, atau akses investor Korea.