Bithumb Menang dalam Dua Gugatan Terkait Kesalahan Kredit Bitcoin: Laporan

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Bithumb Menang dalam Gugatan Pemulihan Dana

Bithumb dilaporkan memenangkan putusan tingkat pertama dalam dua gugatan yang bertujuan untuk memulihkan dana dari pengguna yang menjual Bitcoin yang secara keliru dikreditkan ke akun mereka, dengan total nilai mencapai $40 miliar. Bursa cryptocurrency asal Korea Selatan ini berhasil mendapatkan keputusan dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada hari Rabu dan Kamis dalam dua dari empat gugatan yang diajukan terhadap pengguna tersebut, menurut laporan dari Chosun Biz.

Detail Putusan dan Klaim

Putusan pada hari Kamis berkaitan dengan klaim sebesar 194 juta won (sekitar $140.000), sementara putusan pada hari Rabu mencakup klaim sebesar 5 juta won (sekitar $3.600). Dua gugatan lainnya, yang masing-masing mencari sekitar 14,8 juta won (sekitar $10.700) dan 500 juta won (sekitar $362.000), masih dalam proses.

Kedua kasus ini dilanjutkan melalui pemberitahuan publik karena dokumen pengadilan tidak dapat disampaikan kepada terdakwa melalui metode biasa. Putusan ini mendukung upaya Bithumb untuk memulihkan dana dari kesalahan yang terjadi pada bulan Februari lalu, ketika bursa secara keliru mengkreditkan 620.000 BTC, yang pada saat itu bernilai lebih dari $40 miliar.

Kesalahan Kredit dan Tindakan Bithumb

Bithumb menjelaskan bahwa kesalahan tersebut terjadi selama acara promosi pada 6 Februari 2026, ketika mereka berencana untuk mendistribusikan 620.000 won (sekitar $420) sebagai hadiah kepada 249 pengguna. Seorang karyawan secara keliru memilih Bitcoin alih-alih won Korea sebagai unit pembayaran dan mengkreditkan akun pelanggan dengan 620.000 BTC. Bursa tersebut kemudian mengklaim telah memulihkan 618.212 BTC, atau 99,7% dari jumlah yang salah dikreditkan. Namun, beberapa pengguna telah menjual 1.788 BTC yang berasal dari saldo yang dikreditkan sebelum Bithumb membekukan akun yang terpengaruh.

Investigasi dan Pengawasan Regulator

Bithumb juga mengajukan empat gugatan pengayaan yang tidak adil pada bulan Maret terhadap pengguna yang menjual Bitcoin yang salah dikreditkan dan tidak mengembalikan hasilnya. Perusahaan ini dilaporkan mencari uang tunai dari penjualan tersebut, bukan Bitcoin. Layanan Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS) saat ini sedang menyelidiki Bithumb terkait kesalahan kredit Bitcoin pada 6 Februari, dengan fokus pada bagaimana bursa dapat mengkredit pelanggan dengan Bitcoin yang tidak mereka miliki.

Regulator dilaporkan telah mengirimkan opini inspeksi kepada Bithumb pada awal Agustus, secara resmi memulai proses sanksi, tetapi hingga saat ini belum ada hukuman akhir yang diumumkan.

Situasi Hukum Lainnya

Cointelegraph telah menghubungi Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC), yang mengawasi FSS, untuk mendapatkan pembaruan mengenai penyelidikan dan potensi sanksi terhadap Bithumb, namun belum menerima tanggapan pada saat publikasi. Bithumb juga menghadapi pengawasan hukum lainnya tahun ini. Polisi Korea Selatan menggerebek kantornya pada bulan Juni sebagai bagian dari penyelidikan yang tidak terkait mengenai dugaan favoritisme dalam perekrutan yang melibatkan anggota dewan Kim Byung-ki, sementara perusahaan tersebut sedang menantang penangguhan bisnis parsial selama enam bulan terkait pelanggaran Anti-Pencucian Uang. Sebuah pengadilan di Seoul menangguhkan penangguhan tersebut pada bulan April, menunggu putusan dalam tantangan yang diajukan oleh Bithumb.