Belgia Mencari Data Dompet Crypto dari Pendaftar EU dalam Penyelidikan Pembajakan Digital

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Upaya Belgia Memerangi Pembajakan Digital

Otoritas Belgia semakin memperkuat upaya mereka dalam memerangi pembajakan digital dengan mewajibkan pendaftar domain Eropa untuk menyerahkan data sensitif dari operator, termasuk rincian dompet cryptocurrency. Tuntutan ini merupakan bagian dari langkah yang lebih luas untuk menanggulangi pembajakan digital, di mana pendaftar domain diharuskan untuk menyerahkan catatan keuangan, rincian dompet cryptocurrency, dan log teknis terkait dengan operator situs yang diduga terlibat dalam pembajakan.

Arah Kebijakan Baru

Menurut laporan lokal, arahan ini dikeluarkan oleh Departemen Belgia untuk Memerangi Pelanggaran Online berdasarkan perintah dari Pengadilan Bisnis berbahasa Prancis di Brussels. Berbeda dengan langkah penegakan yang sebelumnya lebih fokus pada pemblokiran situs di tingkat domain, perintah baru ini mengharuskan pendaftar domain dan registri untuk mengungkapkan data identifikasi lengkap dari operator situs. Informasi yang diminta mencakup:

  • Nama lengkap
  • Alamat fisik
  • Nomor telepon
  • Catatan keuangan—seperti rincian IBAN lengkap dan informasi kartu kredit
  • Alamat dompet cryptocurrency beserta hash transaksi

Persyaratan Tambahan untuk Pendaftar

Pendaftar juga diwajibkan untuk menyediakan log koneksi selama hingga 12 bulan, rincian perangkat, dan alamat IP yang terkait dengan akun pengguna yang ditargetkan. Dokumen yang dirilis oleh departemen tersebut menyembunyikan identitas pemegang hak cipta yang meminta perintah ini, serta nama-nama situs web yang menjadi target. Namun, alasan pengadilan yang mengutip perlunya melindungi “ekonomi olahraga” menunjukkan bahwa penyelidikan ini berfokus pada jaringan streaming olahraga ilegal.

Identifikasi Pendaftar dan Ketentuan Kerahasiaan

Meskipun sebagian besar nama pendaftar disensor, tiga pendaftar yang berbasis di EU—Hosting Concepts, Hostinger, dan Key Systems—diidentifikasi dalam teks keputusan yang dirilis. Berdasarkan ketentuan dalam perintah pengadilan, pendaftar yang ditargetkan dikenakan perintah kerahasiaan yang ketat, melarang mereka untuk memberi tahu pemegang akun, pihak ketiga, atau publik mengenai proses tersebut.

Penegakan Hukum dan Tantangan

Pejabat mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa yang memungkinkan pengecualian terhadap persyaratan pemberitahuan pengguna standar ketika penyelidikan kriminal sedang berlangsung. Otoritas menyatakan bahwa ruang lingkup penegakan hukum mencakup setiap penyedia layanan yang dapat diakses di wilayah Belgia, meskipun para ahli hukum mencatat bahwa penegakan lintas batas terhadap entitas yang berbasis di luar Belgia tetap belum teruji di bawah kerangka kerja tersebut.