Mengapa Cryptocurrency Dapat Diperdagangkan 24/7 Sementara Saham Masih Memerlukan Penutupan?

7 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Fluktuasi Harga Bitcoin dan Saham Apple

Bitcoin dapat mengalami fluktuasi harga hingga 10% pada Minggu pagi, sementara saham Apple tidak dapat diperdagangkan di Nasdaq pada waktu yang sama. Alasan di balik perbedaan ini bukanlah teknologi, karena bursa saham dapat tetap online. Tantangan yang lebih kompleks terletak pada infrastruktur yang mendukung setiap perdagangan, termasuk broker, pembuat pasar, lembaga kliring, kustodian, bank, dan sistem aksi korporasi.

Perbedaan Operasional antara Cryptocurrency dan Saham

Cryptocurrency dibangun di atas jaringan yang beroperasi secara terus-menerus, sedangkan saham di pasar AS beroperasi dalam hari perdagangan yang telah ditentukan. Namun, perbedaan ini semakin menyempit. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sedang mengadakan diskusi mengenai persiapan untuk perdagangan saham 24 jam, termasuk likuiditas semalam, penyelesaian, dan proses penentuan harga penutupan.

Jam Perdagangan dan Tantangan Likuiditas

Bitcoin tidak terikat pada hari kerja di New York; transaksi dapat diselesaikan kapan saja selama jaringan beroperasi, dan bursa cryptocurrency dapat mencocokkan pembeli dan penjual sepanjang waktu. Di sisi lain, saham beroperasi secara berbeda. Sesi perdagangan utama di AS berlangsung dari pukul 9:30 pagi hingga 4 sore ET, dengan perdagangan pra-pasar dan setelah jam di sekitarnya.

NYSE telah bergerak lebih dekat ke model perdagangan yang lebih kontinu, dengan rencana untuk memperluas jam operasional menjadi sekitar 23 jam sehari, lima hari seminggu. Namun, perdagangan 24 jam tidak sama dengan perdagangan 24/7. Akhir pekan tetap menjadi tantangan karena bank, sistem kliring, dan operasi institusional masih mengikuti jadwal hari kerja.

Masalah Penyelesaian dan Harga Referensi

Misalnya, jika seseorang membeli saham Nvidia pada pukul 2 pagi, mencocokkan pesanan tersebut mungkin mudah, tetapi memastikan semua proses di belakangnya berjalan dengan normal jauh lebih rumit. Pasar semalam umumnya memiliki lebih sedikit pembeli, penjual, dan pembuat pasar, yang dapat mengakibatkan spread yang lebih lebar dan pergerakan harga yang lebih besar pada volume perdagangan yang lebih kecil.

Nasdaq mencatat bahwa perdagangan semalam dapat datang dengan biaya yang lebih tinggi dan likuiditas yang lebih tipis. Selain itu, ada masalah penyelesaian. Saham di AS diselesaikan berdasarkan T+1, yang berarti uang tunai dan sekuritas biasanya berpindah tangan pada hari kerja berikutnya. Oleh karena itu, perdagangan yang hampir terus-menerus memerlukan broker, kustodian, dan infrastruktur kliring untuk tetap sinkron dalam periode yang jauh lebih lama.

Proses Penentuan Harga Penutupan dan Aksi Korporasi

Meskipun perdagangan menjadi hampir terus-menerus, pasar masih memerlukan harga referensi resmi. Penutupan pukul 4 sore digunakan untuk menghitung nilai dana, level indeks, kinerja portofolio, dan banyak derivatif lainnya. Inilah sebabnya mengapa SEC juga sedang meneliti proses penentuan harga penutupan, bukan hanya jam bursa yang lebih panjang.

Aksi korporasi juga menciptakan tantangan tersendiri. Dividen, pemecahan saham, dan merger memerlukan tanggal yang jelas dan catatan kepemilikan. Bursa yang beroperasi nonstop tidak menghilangkan persyaratan operasional tersebut. Namun, tokenisasi pada akhirnya dapat menyederhanakan beberapa aspek ini.

Tokenisasi dan Masa Depan Perdagangan Saham

Penjelasan mengenai saham tokenized dari Coinpaper menunjukkan bagaimana sekuritas berbasis blockchain dapat menggabungkan perdagangan dan penyelesaian lebih dekat, sementara NYSE juga sedang menjajaki venue sekuritas tokenized yang dibangun di sekitar perdagangan yang lebih kontinu.