Kemitraan Binance dan BlockShoals untuk Kembali ke Filipina
Binance telah bermitra dengan BlockShoals Technologies dalam upaya menemukan jalur yang teratur untuk kembali ke Filipina. Bursa tersebut mengumumkan pada 26 Mei bahwa kemitraan ini akan beroperasi di bawah Strategic Sandbox Philippine Securities and Exchange Commission (StratBox).
BlockShoals adalah perusahaan terdaftar Filipina yang telah disetujui berdasarkan kerangka Crypto Asset Intermediary SEC dalam struktur sandbox. Dalam kemitraan ini, BlockShoals akan berfungsi sebagai perantara lokal yang disetujui, sementara Binance akan menyediakan teknologi, keamanan, operasi, dukungan produk, dan keahlian kepatuhan.
Binance menyatakan bahwa kerangka kerja seperti StratBox sangat penting karena menciptakan ruang untuk inovasi, dialog, dan perlindungan pengguna yang lebih kuat secara bersamaan.
Struktur dan Jadwal Sandbox
Pengaturan ini dirancang untuk menguji pengalaman platform yang disesuaikan untuk pengguna Filipina dalam lingkungan yang diawasi. Binance menggambarkan sandbox sebagai “lingkungan yang terkontrol dan diawasi” untuk inovasi keuangan.
Fase sandbox diharapkan dimulai pada paruh kedua 2026 dan berlangsung setidaknya dua tahun sesuai dengan kerangka SEC. Binance menyatakan bahwa proses ini akan memungkinkan mitra untuk memenuhi tonggak peraturan sebelum peluncuran yang lebih luas.
Kepala APAC Binance mengatakan bahwa Filipina adalah salah satu ekonomi digital paling aktif di Asia Tenggara. Dia menekankan bahwa kerangka kerja seperti StratBox menciptakan jalur untuk “inovasi yang bertanggung jawab” dan kolaborasi yang lebih baik antara regulator dan peserta industri.
Latar Belakang: Pemblokiran Sebelumnya dan Regulasi Baru
Kemitraan ini merupakan langkah pemulihan setelah Binance kehilangan akses di Filipina. Pada akhir 2023, Philippine SEC menemukan bahwa Binance menawarkan sekuritas yang tidak terdaftar dan beroperasi sebagai broker tanpa lisensi. Pada Maret 2024, National Telecommunications Commission memblokir akses ke situs web Binance atas permintaan SEC.
SEC kemudian memperluas tekanan pada bursa crypto yang tidak terdaftar, menyebutkan OKX, Bybit, MEXC, KuCoin, Bitget, Phemex, CoinEx, BitMart, Poloniex, dan Kraken dalam pemberitahuan Agustus 2025.
Aturan Crypto Asset Service Provider Filipina mulai berlaku pada 5 Juli 2025. Aturan tersebut mengharuskan penyedia layanan crypto untuk mendaftar, mempertahankan kehadiran korporat lokal, memenuhi standar pengungkapan, dan mematuhi perlindungan anti-pencucian uang. Regulator juga memperingatkan bahwa platform yang tidak terdaftar dapat menghadapi perintah penghentian, keluhan pidana, pemblokiran situs web, penghapusan aplikasi, dan tindakan terhadap promosi online.
Jalur sandbox Binance memberikan kejelasan peraturan yang diperlukan untuk operasi yang berkelanjutan di Filipina.