Sejarah Penambangan Bitcoin
Pada 10 Mei 2010, pengembang Laszlo Hanyecz menerbitkan sebuah pos di forum Bitcointalk yang menjelaskan cara menambang Bitcoin menggunakan kartu grafis NVIDIA 8800 GTS, alih-alih menggunakan CPU. Hari ini menandai tepat 16 tahun sejak publikasi tersebut, yang membantu mendorong tingkat hash jaringan naik sebesar 130.000% pada akhir tahun yang sama. Namun, momen bersejarah ini juga menarik perhatian dari sudut pandang yang berbeda, karena menjadi titik awal perpecahan konseptual dalam filosofi Bitcoin dan menghilangkan sifat “demokratis” asli dari proyek tersebut.
Reaksi Satoshi Nakamoto
Dalam budaya mainstream, Laszlo Hanyecz dikenal sebagai orang yang menemukan penambangan GPU dan kemudian membeli dua pizza seharga 10.000 BTC. Namun, reaksi Satoshi Nakamoto sering kali tidak terlihat. Setelah mengetahui tentang keberhasilan Laszlo, Satoshi secara pribadi memintanya untuk memperlambat popularisasi metode tersebut, karena ia memandang Bitcoin sebagai sistem “satu CPU, satu suara,” di mana siapa pun yang memiliki komputer rumah dapat mendukung jaringan dan menerima imbalan. Transisi ke kartu grafis secara instan menghancurkan keseimbangan itu, karena pengguna PC biasa kehilangan hampir semua kesempatan untuk menambang blok, dan penambangan berubah dari dukungan ideologis untuk jaringan menjadi perlombaan senjata perangkat keras. Saat itulah BTC mulai terakumulasi di tangan mereka yang mampu membeli chip grafis mahal.
Optimasi Kode dan Dampaknya
Dari perspektif teknis, Laszlo hanya mengoptimalkan kode untuk arsitektur OpenCL dan CUDA. Posnya sendiri menunjukkan skala lonjakan tersebut dengan menggunakan satu mesin rumah sebagai contoh: kombinasi CPU dan GPU memungkinkan Hanyecz untuk menangkap bagian substansial dari blok jaringan, menambang ribuan koin per hari di satu komputer. 16 tahun kemudian, akal sehat menunjukkan bahwa penemuan Hanyecz tidak “merusak” Bitcoin, tetapi justru mempercepat kematangannya. Tanpa transisi ke penambangan GPU, jaringan kemungkinan tidak akan bertahan dari lonjakan pengguna selanjutnya atau mempertahankan diri dari serangan potensial.