Pengetatan Regulasi Cryptocurrency di Polandia Setelah Tuduhan Penipuan Zondacrypto Senilai $97 Juta

5 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Perdana Menteri Polandia Siapkan Undang-Undang Baru Aset Kripto

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, sedang mempersiapkan undang-undang baru mengenai aset kripto setelah munculnya tuduhan terhadap Zondacrypto, yang menambah tekanan pada pemerintah Warsawa untuk mengatur platform aset digital. Proposal terbaru ini muncul setelah undang-undang sebelumnya diblokir oleh Presiden Karol Nawrocki.

Penyelidikan Terhadap Zondacrypto

Otoritas Polandia telah membuka penyelidikan sejak 17 April terkait dugaan penipuan terhadap klien Zondacrypto dan pencucian uang. Radio Polandia melaporkan bahwa jaksa juga sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan Rusia dan aspek kejahatan terorganisir, meskipun kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Fokus utama kasus ini adalah keluhan mengenai penarikan dana oleh pengguna dan dugaan kerugian yang dialami oleh investor. CoinGeek melaporkan bahwa otoritas Polandia memperkirakan kerugian mencapai setidaknya 350 juta złoty, atau sekitar $97 juta, per 5 Mei.

Pernyataan CEO Zondacrypto

CEO Zondacrypto, Przemysław Kral, membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa bursa tetap stabil secara finansial. Ia juga menyebut tuduhan terkait Rusia sebagai “absurd.” Penyangkalan ini harus dipandang sebagai posisi perusahaan sementara penyelidik meninjau masalah tersebut.

Rencana Tusk untuk Regulasi yang Lebih Ketat

Tusk menyatakan bahwa pemerintah akan mengajukan undang-undang tersebut ke parlemen lagi. Radio Polandia melaporkan bahwa versi baru ini akan mencakup sanksi yang lebih ketat bagi individu yang mengeksploitasi harapan, kurangnya pengetahuan, atau kepercayaan investor. Ia mengatakan,

“Satu-satunya perubahan yang akan saya usulkan adalah sanksi yang bahkan lebih ketat.”

Pernyataan ini menunjukkan adanya pendekatan penegakan hukum yang lebih tegas, namun draf lengkap undang-undang tersebut akan menentukan sejauh mana aturan baru ini akan diterapkan.

Polandia Tertinggal dalam Regulasi MiCA

Pertarungan politik ini telah membuat Polandia tertinggal dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya dalam pelaksanaan regulasi MiCA. Liputan sebelumnya mencatat bahwa Polandia tetap menjadi satu-satunya anggota UE yang belum menerapkan regulasi domestik secara penuh setelah Nawrocki memveto undang-undang kripto sebelumnya.

Nawrocki berargumen bahwa undang-undang sebelumnya memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada regulator dan berisiko merugikan perusahaan kecil. Kantornya menyatakan bahwa presiden tidak menentang regulasi kripto, tetapi menginginkan model yang berbeda. Zondacrypto sebelumnya juga menentang undang-undang Polandia yang lebih awal. Pada bulan September, Kral menyatakan bahwa proposal tersebut memberlakukan “pembatasan yang berlebihan” dan dapat mendorong perusahaan untuk pindah ke pasar yang lebih ramah.