Bursa Crypto Menghadapi Ujian Berat di Brasil Saat Mandat Audit Diterapkan

1 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Audit Independen untuk Penyedia Layanan Crypto di Brasil

Bank Sentral Brasil telah menetapkan audit independen yang wajib sebagai bagian dari proses persetujuan lisensi untuk penyedia layanan crypto di negara tersebut. Berdasarkan aturan yang dipublikasikan dalam laporan terbaru, perusahaan crypto yang mengajukan otorisasi atau memperbarui lisensi yang ada harus menyerahkan laporan auditor independen sebagai bagian dari pengajuan regulasi mereka. Aturan ini menyatakan bahwa audit harus dilakukan oleh profesional yang terdaftar di regulator sekuritas Brasil, yaitu Comissão de Valores Mobiliários.

Persyaratan Baru untuk Audit

Di bawah persyaratan baru ini, auditor akan meninjau apakah penyedia layanan crypto telah menerapkan sistem kepatuhan yang penting sebelum Bank Sentral memberikan otorisasi. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pemeriksaan ini akan mencakup:

  • Kontrol anti-pencucian uang
  • Prosedur pencegahan pendanaan terorisme
  • Pemisahan aset pelanggan
  • Manajemen risiko internal
  • Program kepatuhan untuk karyawan

Perusahaan yang gagal dalam pemeriksaan ini dapat menghadapi kesulitan dalam mendapatkan persetujuan untuk beroperasi, menurut laporan yang sama.

Dampak pada Platform Crypto yang Sudah Beroperasi

Bagi platform crypto yang sudah beroperasi di Brasil, tinjauan tambahan ini berarti bahwa lisensi mereka kini akan bergantung pada verifikasi eksternal terhadap kontrol internal, bukan hanya pada dokumen yang diserahkan langsung kepada regulator. Bank Sentral belum merilis informasi mengenai biaya audit yang diharapkan. Para ahli kepatuhan yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan bahwa tinjauan independen dapat menelan biaya puluhan ribu dolar, dan tinjauan yang lebih besar dapat mencapai ratusan ribu dolar, tergantung pada volume transaksi, pengaturan kustodi, dan ukuran perusahaan. Bursa besar mungkin dapat menyerap biaya baru ini, tetapi platform crypto yang lebih kecil dan startup dapat menghadapi beban yang lebih berat.

Kerangka Hukum untuk Aset Virtual di Brasil

Biaya tambahan ini muncul saat Brasil terus membangun aturan yang lebih ketat untuk perusahaan aset virtual. Brasil menyetujui kerangka hukum pertamanya untuk aset virtual pada tahun 2022. Satu tahun kemudian, pemerintah federal menunjuk Bank Sentral sebagai regulator utama untuk penyedia layanan crypto, memberikan institusi tersebut peran sentral dalam lisensi dan pengawasan. Pada tahun 2025, pengawas menambahkan aturan lisensi yang mencakup:

  • Standar kustodi
  • Kontrol anti-pencucian uang
  • Pengawasan stablecoin
  • Kewajiban tata kelola perusahaan

Otoritas juga memberikan waktu kepada penyedia yang ada hingga Oktober 2026 untuk mematuhi kerangka baru tersebut.

Kesimpulan

Aturan audit terbaru menambah lapisan lain pada kerangka yang sudah mencakup lisensi, kustodi, kepatuhan terhadap Travel Rule, pengawasan stablecoin, dan pemantauan dompet yang dihosting sendiri. Meskipun ada aturan tambahan, Brasil tetap menjadi pasar penting bagi bursa crypto global. Laporan Chainalysis yang dikutip dalam artikel ini menyebutkan bahwa Brasil memproses sekitar $318 miliar dalam transaksi crypto pada tahun 2024 dan 2025, menempatkan negara tersebut di antara pasar aset digital utama di dunia. Perubahan aturan ini terjadi pada periode yang lebih lemah untuk pasar crypto global, di mana Bitcoin dilaporkan turun lebih dari 10% dalam tujuh hari dan diperdagangkan pada $68,960 pada saat berita ini ditulis.