CEO D-Wave Mengeluarkan Peringatan tentang Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Bitcoin – U.Today

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Wawancara Alan Baratz tentang Komputasi Kuantum dan Bitcoin

Dalam wawancara yang berlangsung pada hari Rabu dengan Yahoo Finance, Alan Baratz, CEO D-Wave, memberikan peringatan bahwa komputasi kuantum pada akhirnya dapat merobohkan protokol proof-of-work Bitcoin. Baratz menyatakan bahwa sudah “jelas” bahwa mesin kuantum yang cukup maju suatu saat nanti akan mengungguli perangkat keras yang saat ini digunakan untuk menambang cryptocurrency terkemuka tersebut. Meskipun garis waktu untuk hal ini masih belum jelas, ia berpendapat bahwa industri cryptocurrency harus mulai mempertimbangkan alternatif berbasis kuantum sebelum teknologi tersebut matang.

Protokol Proof-of-Work Kuantum

Baratz juga mengklaim bahwa D-Wave telah mengembangkan protokol proof-of-work kuantum baru yang dapat berfungsi sebagai pengganti mekanisme penambangan Bitcoin yang ada. Protokol ini bergantung pada masalah optimasi kuantum yang dapat diselesaikan secara efisien oleh sistem kuantum. Konsep ini bertujuan untuk mempertahankan sifat kompetitif dari proof-of-work sambil memastikan bahwa penambangan tetap tahan terhadap serangan. Baratz menyebutkan bahwa pendekatan ini sekitar 1.000 kali lebih efisien dalam penggunaan energi. Ia berpendapat bahwa protokol semacam itu pada akhirnya bisa menjadi alternatif yang layak untuk Bitcoin.

Proses Transisi dan Tantangan

Saat ini, proposal tersebut masih bersifat eksperimental. Algoritma proof-of-work Bitcoin telah berfungsi selama bertahun-tahun, dan kemungkinan transisi ini akan mendapat penolakan kuat dari komunitas. Sebagian besar ahli sepakat bahwa perangkat keras kuantum saat ini masih jauh dari mengancam jaringan secara langsung.

Perdebatan mengenai hal ini juga telah meluas di luar komputasi kuantum, seiring dengan munculnya penelitian baru dari perusahaan AI, Anthropic. Seperti yang dilaporkan oleh U.Today, model Claude Mythos Preview dari Anthropic baru-baru ini menemukan serangan yang sebelumnya tidak diketahui terhadap versi algoritma kriptografi yang sengaja dilemahkan.

Penelitian ini telah memicu diskusi tentang apakah sistem AI yang semakin canggih dapat mempercepat terobosan dalam kriptografi. Evangelis Bitcoin, Samson Mow, berpendapat bahwa tidak perlu terburu-buru untuk mengadopsi kriptografi pasca-kuantum.