Komisioner SEC Hester Peirce Membela Alat Privasi Crypto di Tengah Dorongan Pengawasan

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Pernyataan Hester Peirce tentang Privasi dalam Cryptocurrency

Hester Peirce, Komisioner Securities and Exchange Commission (SEC), membela teknologi yang meningkatkan privasi dalam dunia cryptocurrency, menekankan bahwa alat-alat ini dapat memperkuat perlindungan bagi investor. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada hari Rabu di Georgetown Law, Peirce mengungkapkan keprihatinan bahwa privasi finansial semakin diabaikan dalam regulasi di Amerika Serikat. Ia memperingatkan agar teknologi yang menjaga privasi tidak dipandang dengan kecurigaan.

Peran Teknologi Privasi

Peirce menjelaskan bahwa alat kriptografi dan teknologi privasi lainnya merupakan bagian penting dari infrastruktur keuangan modern, bukan sekadar alat yang terkait dengan aktivitas kriminal. “Melindungi privasi finansial tidak bertentangan dengan tujuan keamanan nasional. Memberdayakan pemerintah untuk mengidentifikasi, mengejar, dan menghukum pelaku kejahatan adalah penting, tetapi memberdayakan individu untuk melindungi informasi pribadi mereka, termasuk informasi finansial, juga sangat penting,” ujarnya, seperti yang tercantum dalam transkrip yang dipublikasikan di situs web SEC.

Ia menambahkan bahwa teknologi privasi dapat membantu individu melindungi diri dari peretas, penipu, dan aktor jahat lainnya, dan seharusnya tidak dilihat sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap warganya. Peirce juga mendorong para pengembang yang menciptakan teknologi privasi untuk berkolaborasi dengan Tim Tugas Crypto SEC, terutama dalam hal alat yang dapat mendukung persyaratan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML).

Debat tentang Alat Privasi

Privasi dan teknologi yang menjaga privasi telah menjadi salah satu penggunaan utama cryptocurrency, dengan proyek-proyek seperti Monero dan Zcash yang dibangun di atas perlindungan data transaksi dan identitas pengguna. Perdebatan mengenai alat privasi kembali mencuat dalam setahun terakhir, ketika regulator dan pengembang berselisih mengenai peran teknologi ini dalam dunia crypto. Para pendukung berargumen bahwa teknologi ini melindungi pengguna dari pengawasan, peretas, dan eksploitasi data, sementara para kritikus mengkhawatirkan potensi penggunaannya dalam kegiatan ilegal.

Regulasi di Uni Eropa

Isu ini juga menjadi perhatian di Uni Eropa, di mana regulator dan pelaku industri blockchain sedang mempertimbangkan aturan AML baru yang dijadwalkan mulai berlaku pada tahun 2027. Dalam kerangka tersebut, lembaga keuangan dan penyedia layanan aset crypto akan dilarang untuk mempertahankan akun anonim atau mendukung cryptocurrency yang menjaga privasi. Menurut Anja Blaj, seorang konsultan hukum di European Crypto Initiative, mempertahankan akses ke aset digital yang berfokus pada privasi telah menjadi “pertempuran konstan” antara industri crypto dan regulator.

Minat terhadap Cryptocurrency Berbasis Privasi

Minat yang meningkat terhadap cryptocurrency yang berfokus pada privasi telah mendorong harga Zcash naik tajam dalam setahun terakhir. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan terus mengembangkan aplikasi blockchain yang berfokus pada privasi. Aptos baru-baru ini meluncurkan koin yang dirancang untuk membantu bisnis bertransaksi di on-chain tanpa mengekspos pergerakan kas, aliran pembayaran, atau strategi perdagangan kepada pesaing. Polygon juga telah meluncurkan pembayaran stablecoin pribadi untuk institusi, memposisikan fitur tersebut sebagai cara untuk mendukung adopsi yang lebih luas dari transaksi on-chain.