Miliarder Menyatakan Risiko Penyitaan Crypto Melemahkan Klaim Bitcoin Sebagai Emas Digital

1 jam yang lalu
2 menit baca
3 tampilan

Miliarder Kanada Tantang Label “Emas Digital” pada Bitcoin

Miliarder Kanada, Frank Giustra, kembali menantang label “emas digital” yang sering disematkan pada Bitcoin. Ia berargumen bahwa cryptocurrency masih dapat dilacak dan disita oleh pemerintah. Giustra mengungkapkan pandangannya setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membahas penyitaan hampir $1 miliar dalam cryptocurrency yang terkait dengan Iran. Pernyataan ini memperbarui perdebatan mengenai apakah Bitcoin dapat berfungsi sebagai aset tempat berlindung yang aman, seperti emas.

Pandangan Giustra tentang Cryptocurrency

Sebagai seorang financier di bidang penambangan dan pendukung emas, Giustra berpendapat bahwa buku besar publik cryptocurrency membuat pemegangnya rentan terhadap tindakan negara. Ia menekankan bahwa catatan blockchain membuat aset digital lebih mudah dilacak dibandingkan dengan emas fisik. Komentarnya muncul sebagai tanggapan terhadap klaim bahwa pemegang cryptocurrency dapat menghindari penyitaan dengan menghafal frasa benih atau menyimpan aset di luar bursa. Giustra menolak argumen tersebut, menyatakan bahwa pelacakan melalui blockchain masih dapat mengarahkan pihak berwenang kepada pengguna.

“Crypto tidak aman dari penyitaan pemerintah. Itulah sebabnya mengapa itu bukan emas digital,”

ujarnya.

Penyitaan Cryptocurrency oleh Pihak Berwenang

Ia juga mencatat bahwa cadangan Bitcoin yang dimiliki pemerintah AS terdiri dari koin yang disita.

“Tidak ada jalan keluar,”

tambahnya, sambil berargumen bahwa seorang pemegang mungkin harus hidup sebagai buronan jika pihak berwenang mengejar mereka. Bessent mengungkapkan bahwa pihak berwenang AS telah menyita hampir $1 miliar dalam cryptocurrency yang terkait dengan jaringan yang berhubungan dengan Iran. Ia memperingatkan pemegang dompet, mengatakan,

“Beberapa dari mereka sedang mengetik di dompet mereka sekarang dan tidak tahu bahwa itu sudah hilang.”

Perbedaan antara Aset Cryptocurrency

Kasus-kasus tersebut menunjukkan perbedaan antara aset cryptocurrency. Penerbit stablecoin dapat membekukan token secara langsung ketika mereka menerima permintaan hukum atau kepatuhan. Sementara itu, Bitcoin tidak dapat dibekukan oleh penerbit, tetapi catatan publik masih dapat mendukung pelacakan, perintah pengadilan, penyitaan bursa, dan tindakan pemulihan.

Argumen Giustra terhadap Bitcoin sebagai Emas Digital

Giustra sering menggunakan Bitcoin yang dimiliki pemerintah untuk mempertanyakan narasi emas digital. Ia berargumen bahwa jika cadangan negara sebagian besar berasal dari penyitaan, ketahanan Bitcoin terhadap penyitaan lebih lemah daripada yang diklaim oleh para pendukungnya. Laporan crypto.news sebelumnya mencatat bahwa pemerintah AS diperkirakan memegang sekitar 328.372 BTC pada Februari 2026, menjadikannya pemegang Bitcoin negara yang paling dikenal pada saat itu. Bagi Giustra, poin ini penting karena Bitcoin yang disita kini menjadi bagian dari diskusi cadangan resmi, yang melemahkan klaim bahwa Bitcoin berada di luar jangkauan pemerintah.

Respon Pendukung Bitcoin

Para pendukung Bitcoin sering merespons bahwa penyimpanan mandiri memberi pengguna lebih banyak kontrol dibandingkan simpanan bank atau saldo bursa. Mereka juga berargumen bahwa menghafal frasa benih dan melakukan transfer peer-to-peer dapat mengurangi ketergantungan pada kustodian. Namun, Giustra menekankan risiko praktis yang dihadapi pengguna, seperti pelacakan, tekanan hukum, kontrol perbatasan, pengawasan bursa, dan risiko keamanan pribadi jika pihak berwenang mengaitkan mereka dengan dompet tertentu.

Perdebatan Berlanjut antara Bitcoin dan Emas

Perdebatan antara Bitcoin dan emas terus berkembang seiring pencarian investor akan aset di luar mata uang fiat. Para pendukung Bitcoin menunjuk pada pasokan tetapnya, transfer global, dan independensinya dari bank sentral. Sementara itu, pendukung emas berargumen bahwa emas fisik memiliki rekam jejak yang lebih lama, tidak memiliki jejak digital publik, dan tidak memerlukan penyelesaian berbasis internet.

Giustra telah berulang kali menyatakan bahwa Bitcoin lebih berperilaku seperti aset spekulatif daripada tempat berlindung yang sebenarnya. Komentar terbarunya tidak mengklaim bahwa Bitcoin tidak memiliki nilai pasar, tetapi lebih berfokus pada apakah cryptocurrency layak mendapatkan status perlindungan yang sama yang sering dilampirkan investor pada emas. Perdebatan kini berada di antara dua fakta: Bitcoin memberi pemegang kontrol langsung ketika mereka menggunakan penyimpanan mandiri, tetapi pemerintah masih dapat melacak transaksi dan menyita aset melalui kustodian, perintah hukum, atau kasus pemulihan. Saat ini, argumen Giustra terus memberikan tekanan pada salah satu narasi terkuat Bitcoin. Jika cryptocurrency dapat dilacak dan disita, katanya, maka tidak seharusnya diperlakukan sebagai emas digital dengan cara yang sama seperti bullion fisik.