Revolut Merencanakan Ekspansi Bank di AS dengan Fokus pada Layanan Stablecoin

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Revolut Meluncurkan Bank di Amerika Serikat

Revolut telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan bank di Amerika Serikat pada tahun depan. Bank ini akan menawarkan akun yang diasuransikan oleh FDIC serta layanan stablecoin, sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memperdalam penetrasi di pasar keuangan Amerika.

Menurut laporan Reuters yang mengutip CEO Revolut AS yang baru diangkat, Cetin Duransoy, fintech asal Inggris ini berencana untuk menyediakan berbagai layanan, termasuk akun investasi dengan hasil tinggi, akun giro, stablecoin, setoran multi-mata uang, perdagangan saham, dan perdagangan cryptocurrency melalui platformnya di AS.

Rencana dan Fokus Perusahaan

Perusahaan tidak berencana untuk membuka cabang fisik di Amerika Serikat, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Duransoy menyatakan bahwa pelanggan akan tetap memiliki akses ke jaringan ATM. Revolut telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan piagam bank nasional AS kepada Office of the Comptroller of the Currency pada awal Maret, setelah sebelumnya membatalkan rencana untuk mengakuisisi pemberi pinjaman di AS.

Menurut laporan tersebut, bank yang diusulkan akan berbasis di Stamford, Connecticut, dengan kantor tambahan di New York. Duransoy menjelaskan bahwa Revolut akan terlebih dahulu fokus pada pelanggan bisnis dan ritel yang memerlukan akses ke berbagai mata uang, seperti dolar, rupee, atau mata uang dari Amerika Latin.

Integrasi Layanan Perbankan dan Cryptocurrency

Aplikasi Revolut sudah mendukung layanan dalam lebih dari 30 mata uang. Di AS, perusahaan berencana untuk menggabungkan produk perbankan yang diasuransikan dengan layanan terkait cryptocurrency. Daftar produk yang direncanakan mencakup akun giro yang diasuransikan FDIC dan akun investasi dengan hasil tinggi, sementara platform yang sama juga akan menawarkan stablecoin dan perdagangan aset digital.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Revolut berada dalam putaran baru pengajuan piagam bank yang melibatkan perusahaan-perusahaan terkait cryptocurrency dan fintech. Regulator AS, termasuk OCC, telah mengambil pendekatan yang lebih terbuka terhadap aplikasi semacam itu.

Pencapaian dan Ekspansi Global

Revolut melayani 75 juta pelanggan secara global, dengan sekitar 1 juta pelanggan di AS. Banyak dari pelanggan ini pertama kali menggunakan aplikasi saat bepergian atau tinggal di Eropa, Amerika Latin, atau Asia. Rencana ekspansi di AS ini mengikuti upaya Revolut yang telah lama berjalan untuk membangun apa yang mereka sebut sebagai “bank global yang benar-benar pertama di dunia”.

Awal tahun ini, perusahaan juga menerima persetujuan untuk meluncurkan bank berlisensi penuh di Inggris. Revolut melaporkan pendapatan sebesar 4,5 miliar poundsterling, atau sekitar $6 miliar, tahun lalu, dengan laba bersih sebesar 1,3 miliar poundsterling, atau sekitar $1,75 miliar.

Fintech yang dimiliki secara pribadi ini dinilai sebesar $75 miliar dalam putaran pendanaan terbarunya. CEO Nik Storonsky telah menyatakan bahwa perusahaan tidak berencana untuk mencatatkan saham sebelum tahun 2028.

Di sisi lain, Revolut terus memperluas layanan cryptocurrency-nya. Tahun lalu, perusahaan bekerja sama dengan Polygon untuk mendukung pengiriman uang, staking POL, dan pembayaran kartu crypto dalam aplikasi utamanya. Revolut juga terpilih oleh Financial Conduct Authority untuk bergabung dalam percobaan pembayaran sandbox stablecoin yang dipatok fiat.