Ripple dan Jay Clayton: Calon Direktur Intelijen Nasional AS

5 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Jay Clayton Dicalonkan Sebagai Direktur Intelijen Nasional

Jay Clayton, mantan ketua Securities and Exchange Commission (SEC) yang dikenal di kalangan investor cryptocurrency karena meluncurkan gugatan panjang terhadap Ripple, kini dinyatakan sebagai calon Direktur Intelijen Nasional (DNI) yang berikutnya. Sebelumnya, Gedung Putih menghadapi penolakan keras dari Kongres terkait penunjukan Bill Pulte, seorang pejabat perumahan tanpa latar belakang intelijen, yang menghambat reautorisasi otoritas pengawasan pemerintah yang krusial.

Kontroversi dan Peran Clayton di SEC

Clayton adalah sosok yang kontroversial di sektor keuangan dan cryptocurrency. Ia paling diingat karena masa jabatannya sebagai ketua SEC selama pemerintahan Trump, di mana ia mengawasi dimulainya gugatan SEC yang terkenal terhadap Ripple Labs. Litigasi tersebut, yang menuduh bahwa XRP adalah sekuritas yang tidak terdaftar, menjadi pertempuran yang menentukan dalam industri crypto.

Dukungan dan Tantangan Nominasi

Sejak April 2025, Clayton menjabat sebagai Jaksa AS untuk Manhattan. Nominasi saat ini dilaporkan didukung oleh Direktur CIA saat ini, John Ratcliffe, yang merekomendasikan Clayton untuk peran tersebut. Nominasi ini mendapat pujian dari Mike Novogratz, CEO Galaxy Digital dan suara terkemuka di ruang aset digital, yang mengatakan,

“Jay Clayton adalah pilihan yang jauh lebih baik untuk memimpin lembaga intelijen kita! Bagus untuk AS!”

Meskipun ada calon yang lebih tradisional, jalan menuju konfirmasi yang sukses tidak dijamin. Gedung Putih menunjukkan bahwa Clayton diharapkan memimpin kantor intelijen yang lebih kecil, dengan fokus sempit pada koordinasi 18 lembaga yang membentuk komunitas intelijen AS. Masih belum jelas siapa yang akan mengambil alih posisi Jaksa AS Manhattan jika Clayton dikonfirmasi oleh Senat.