SBI Holdings Akan Mengakuisisi Bitbank dalam Kesepakatan Kripto Jepang Senilai ¥46,7 Miliar

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Akuisisi Bitbank oleh SBI Holdings

SBI Holdings telah menyetujui perjanjian definitif untuk mengakuisisi bursa kripto Jepang, Bitbank, dan menjadikannya anak perusahaan sepenuhnya. Perusahaan mengumumkan bahwa dewan direksinya memutuskan pada 25 Juni untuk memasuki perjanjian dasar dengan Bitbank, CEO Noriyuki Hirosue, MIXI, Ceres, dan pemegang saham lainnya. Transaksi ini akan dilakukan melalui SBICAH GK, unit SBI yang sepenuhnya dimiliki. SBI menyatakan bahwa total biaya akuisisi akan mencapai sekitar ¥46,7 miliar, termasuk biaya transfer saham dan jumlah yang dibayarkan untuk peningkatan modal yang direncanakan.

Rincian Akuisisi

Setelah penandatanganan Surat Niat pada Mei 2026, dewan direksi SBI Holdings telah menyetujui perjanjian definitif untuk mengubah bursa kripto Bitbank menjadi bagian dari grup SBI. Tahap pertama dari akuisisi ini akan melihat SBICAH mengakuisisi 53.704 saham Bitbank dari Hirosue dan pemegang saham individu lainnya, dengan rencana penyelesaian transfer saham tersebut sekitar Agustus 2026. Tahap berikutnya akan melibatkan alokasi pihak ketiga dari 48.952 saham baru kepada SBICAH sekitar Oktober 2026.

Setelah itu, Bitbank berencana untuk menggunakan modal yang diperoleh untuk membeli kembali saham yang dimiliki oleh MIXI dan Ceres, kemudian menghapusnya sebagai saham perbendaharaan. Setelah semua langkah ini selesai, SBI mengharapkan untuk memegang 100% hak suara Bitbank secara tidak langsung. Penutupan kesepakatan ini tetap tergantung pada tinjauan dari Komisi Perdagangan Adil Jepang dan kondisi standar lainnya.

Integrasi dan Rencana Masa Depan

Kesepakatan ini akan menggabungkan Bitbank dengan bisnis kripto SBI yang sudah ada, SBI VC Trade. SBI menyatakan bahwa grup gabungan akan memegang sekitar ¥1,1 triliun dalam aset pelanggan yang dikelola dan sekitar 2,92 juta akun kripto, berdasarkan data per 30 April dari SBI VC Trade dan Bitbank. Sebelumnya, SBI telah memulai pembicaraan formal dengan Bitbank pada bulan Mei, seiring dengan konsolidasi lebih lanjut di sektor bursa kripto Jepang. Laporan juga mencatat bahwa pembicaraan tersebut mengikuti merger SBI VC Trade dengan Bitpoint Jepang pada April 2026.

Bitbank memberikan SBI merek bursa besar lainnya di pasar kripto yang diatur di Jepang. Bursa ini menawarkan perdagangan spot, pinjaman, dan layanan pembayaran terkait kripto, sementara SBI sudah mengoperasikan bisnis perbankan, sekuritas, asuransi, dan aset digital. SBI juga mencatat bahwa Bitbank telah mempertahankan “nol insiden peretasan” sejak didirikan, yang dapat mendukung rencana lebih luas untuk membangun layanan aset kripto yang lebih kuat dan memperdalam kepercayaan pengguna.

Ekspansi Layanan Keuangan

SBI juga menunjukkan minat untuk memperluas layanan keuangan yang terkait dengan stablecoin dan keuangan on-chain setelah Bitbank bergabung dengan grup. Selain itu, SBI dan Startale telah meluncurkan Strium awal tahun ini, sebuah blockchain Layer 1 yang dibangun untuk sekuritas ter-tokenisasi, valuta asing, dan aset dunia nyata. Proyek ini mencakup rencana untuk stablecoin yen yang diatur yang diterbitkan oleh Shinsei Trust & Banking dan didistribusikan melalui SBI VC Trade. SBI juga telah memperluas produk ritel terkait kripto, termasuk kemitraan dengan Visa pada produk kartu yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbalan dalam Bitcoin, Ethereum, dan XRP melalui SBI VC Trade dan Aplus.

Dampak bagi Pengguna Bitbank

Bagi pengguna Bitbank, perubahan jangka pendek tampaknya terbatas. Bitbank menyatakan bahwa layanan yang ada akan terus berlanjut tanpa perubahan selama proses akuisisi berlangsung.