Bank-Bank Eropa Bentuk Konsorsium untuk Meluncurkan Stablecoin Berbasis Euro

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Peluncuran Stablecoin Euro oleh Konsorsium Bank Eropa

Sebuah konsorsium yang terdiri dari sepuluh bank Eropa telah mendirikan perusahaan bernama Qivalis untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok euro, menurut pengumuman resmi dari kelompok tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan alternatif bagi sistem pembayaran digital yang saat ini didominasi oleh dolar AS.

Bank-Bank yang Terlibat

Bank-bank yang berpartisipasi dalam konsorsium ini meliputi:

  • BNP Paribas
  • ING
  • UniCredit
  • Banca Sella
  • KBC
  • DekaBank
  • Danske Bank
  • SEB
  • Caixabank
  • Raiffeisen Bank International

BNP Paribas bergabung dengan konsorsium setelah pengumuman awal, seperti yang dinyatakan oleh kelompok tersebut.

Rencana Peluncuran dan Manajemen

Token ini diharapkan dapat diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026, tergantung pada persetujuan dan lisensi regulasi yang diperlukan. Jan-Oliver Sell, mantan CEO Coinbase Jerman, akan menjabat sebagai CEO Qivalis, sementara Howard Davies, mantan ketua NatWest, diangkat sebagai ketua.

Perusahaan yang berbasis di Amsterdam ini berencana untuk merekrut antara 45 hingga 50 karyawan dalam dua tahun ke depan, dengan sepertiga dari posisi tersebut sudah terisi, menurut informasi dari perusahaan.

Fokus dan Kasus Penggunaan Stablecoin

Stablecoin ini akan awalnya fokus pada perdagangan cryptocurrency, menawarkan pembayaran dan penyelesaian yang hampir instan dengan biaya rendah, serta berencana untuk memperluas kasus penggunaan di masa mendatang. Inisiatif ini muncul di tengah pertumbuhan pesat stablecoin, terutama yang didukung oleh dolar AS seperti Tether.

Saat ini, alternatif yang dipatok euro masih terbatas di pasar, dengan SG-FORGE milik Societe Generale memiliki 64 juta euro yang beredar, menurut data yang tersedia.

Kekhawatiran Regulator dan Dukungan ECB

Regulator, termasuk Bank Sentral Eropa, telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa stablecoin swasta dapat mengalihkan dana dari lembaga perbankan yang diatur dan mempengaruhi kebijakan moneter.

Qivalis sedang mencari lisensi Lembaga Uang Elektronik dari bank sentral Belanda dan telah berkomunikasi dengan ECB, yang menyatakan dukungan untuk solusi yang dipimpin Eropa guna memastikan otonomi strategis dalam sistem pembayaran.

Selain itu, sebuah kelompok bank terpisah di Eropa dan Amerika Serikat juga sedang mengeksplorasi penerbitan stablecoin, mencerminkan minat institusional yang semakin meningkat terhadap mata uang digital, menurut laporan industri.