Stablecoin A7A5 Melewati $100 Miliar Meski Terkena Sanksi EU dan AS

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Penggunaan Aset Digital dalam Penyelesaian Internasional

Penggunaan aset digital untuk penyelesaian internasional semakin dipandang sebagai perubahan struktural dalam keuangan global. Salah satu contoh terbaru yang paling mencolok adalah A7A5, sebuah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap rubel Rusia. Diluncurkan pada Februari 2025 di bawah regulasi Republik Kyrgyz dan diterbitkan oleh Old Vector LLC, token ini beroperasi di blockchain Tron dan Ethereum.

Karakteristik dan Kinerja A7A5

Token ini didukung oleh simpananan bank yang dinyatakan dalam rubel, dan pemegangnya menerima pendapatan pasif yang berasal dari bunga simpanan. Penerbit menyatakan bahwa mereka mematuhi standar KYC dan AML internasional serta menolak tuduhan penghindaran sanksi. Selama tahun pertamanya, A7A5 memproses transaksi senilai $39 miliar.

Token ini terdaftar di bursa Grinex, Meer, dan Bitpapa, dan memposisikan dirinya beroperasi di bawah kerangka keamanan keuangan internasional. Selama tahun pertamanya, A7A5 dilaporkan melebihi $100 miliar dalam volume transaksi. Pada tahun 2025 saja, suplai yang beredar meningkat sebesar $90 miliar.

Volume perdagangan mencapai $17,3 miliar, termasuk $11,2 miliar dalam pasangan A7A5/RUB dan $6,1 miliar dalam pasangan A7A5/USDT. Jumlah pemegang meningkat dari 14.000 menjadi 35.500, sementara kapitalisasi pasar mencapai sekitar $540 juta. Skala aktivitas ini menarik perhatian regulasi yang berkelanjutan.

Sanksi dan Dampaknya

Pada Agustus 2025, otoritas AS dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap bursa Grinex, mengidentifikasinya sebagai penerus Garantex. Dalam waktu empat bulan operasi, $9,3 miliar dalam transaksi terkait A7A5 diproses melalui platform tersebut. Pada Oktober 2025, Uni Eropa memasukkan A7A5 dalam paket sanksi ke-19, melarang transaksi dengan token tersebut di seluruh blok dan menggambarkannya sebagai alat potensial untuk membiayai kegiatan militer.

Prospek Masa Depan Aset Digital

Meski demikian, metrik yang dilaporkan oleh A7A5 menunjukkan ekspansi yang terus berlanjut. Sanksi tidak menghentikan permintaan untuk saluran penyelesaian lintas batas alternatif di dalam zona rubel. Konteks yang lebih luas menunjukkan bahwa aset digital yang terkait dengan mata uang nasional mungkin semakin berfungsi sebagai infrastruktur paralel untuk pembayaran internasional, terutama di wilayah yang menghadapi pembatasan keuangan. Apakah tekanan regulasi pada akhirnya akan membatasi pertumbuhan ini tetap menjadi pertanyaan terbuka.