Penjelasan David Schwartz tentang Kasus Penggunaan dan Fitur Kontrol RLUSD

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Peran RLUSD dalam Sistem Pembayaran Ripple

David Schwartz, CTO Emeritus Ripple, menjelaskan bahwa RLUSD dapat berfungsi sebagai aset jembatan dalam berbagai aliran pembayaran. Namun, ia menekankan bahwa RLUSD tidak bersifat netral seperti XRP. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai apakah RLUSD dapat berfungsi sebagai jembatan netral seperti XRP.

Schwartz menjawab dengan “Ya dan Tidak” sebelum menjelaskan perbedaannya.

Ia menyatakan bahwa RLUSD dapat mendukung fungsi jembatan, tetapi tetap terikat pada Ripple dan sistem hukum di Amerika Serikat. Hubungan ini penting karena Ripple memiliki kemampuan untuk membekukan RLUSD dan menariknya kembali, sementara pengadilan di AS juga dapat mengarahkan Ripple untuk bertindak. Penjelasan ini menempatkan RLUSD dalam peran yang berbeda dibandingkan dengan XRP.

Perbedaan Antara RLUSD dan XRP

XRP secara luas dipresentasikan sebagai aset terdesentralisasi yang digunakan untuk transfer nilai, sedangkan RLUSD adalah stablecoin yang didukung oleh fiat, dirancang untuk stabilitas harga dalam jaringan pembayaran Ripple. RLUSD telah menjadi bagian dari Ripple Payments, di mana ia mendukung layanan pembayaran dan penyelesaian untuk pengguna perusahaan.

Stablecoin ini memungkinkan institusi untuk menyelesaikan transaksi lintas batas dengan lebih cepat sambil mengurangi paparan terhadap fluktuasi harga. Aset ini juga memberikan pengguna cara untuk mengakses likuiditas untuk remitansi dan operasi kas.

Hubungan Antara RLUSD dan XRP

Ripple juga memposisikan RLUSD sebagai penghubung antara keuangan tradisional dan pasar aset digital, termasuk beberapa kasus penggunaan keuangan terdesentralisasi yang terpilih. Pengaturan Ripple menjaga XRP dan RLUSD dalam peran yang terpisah tetapi saling terkait. RLUSD berfungsi sebagai instrumen penyelesaian yang stabil, sementara XRP terus berfungsi sebagai aset jembatan dalam aliran transfer nilai yang lebih luas.

Fitur Kontrol RLUSD

Selain itu, komentar Schwartz juga menarik perhatian pada fitur kontrol RLUSD. Fungsi pembekuan memungkinkan penerbit untuk memblokir alamat yang ditandai dari mengirim atau menerima token hingga garis kepercayaan dipulihkan. Fitur ini dirancang untuk membantu penerbit memenuhi aturan sanksi dan kebutuhan kepatuhan lainnya. Ini juga memberikan Ripple cara untuk membatasi aktivitas ketika sebuah akun terkait dengan penyalahgunaan atau perilaku lain yang ditandai.

Fungsi clawback memberikan penerbit kemampuan untuk memulihkan token dari dompet di bawah kondisi tertentu. Ini berarti RLUSD mencakup kontrol yang umum dalam model stablecoin yang diatur, tetapi tidak ada dalam aset terdesentralisasi.

Pengembangan XRP Ledger

Bersamaan dengan diskusi tentang RLUSD, Ripple juga sedang mempersiapkan XRP Ledger untuk kesiapan pasca-kuantum. Perusahaan telah menggariskan peta jalan yang menargetkan 2028 untuk peluncuran lebih luas dari kriptografi tahan kuantum. Rencana ini dimulai dengan pengujian dan model hibrida yang berjalan di samping sistem saat ini sebelum adopsi yang lebih luas.

Ripple juga bekerja sama dengan Project Eleven dalam pengujian validator dan prototipe penyimpanan awal sebagai bagian dari upaya tersebut. Peta jalan ini menunjukkan bahwa Ripple sedang mengembangkan infrastruktur pembayaran dan keamanan jaringan jangka panjang. Sementara RLUSD tetap fokus pada penyelesaian dan kepatuhan, pengembangan XRP Ledger terus berlanjut untuk mengatasi risiko teknis di masa depan.