David Schwartz Bandingkan Intervensi Darurat Arbitrum dengan Bug Bitcoin 2010

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

David Schwartz Membela Intervensi Dewan Keamanan Arbitrum

David Schwartz, CTO Emeritus Ripple, telah membela intervensi darurat terbaru yang dilakukan oleh Dewan Keamanan Arbitrum. Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan salah satu krisis paling terkenal dalam sejarah awal Bitcoin.

Keputusan Dewan Keamanan Arbitrum

Setelah terjadinya eksploitasi pada KelpDAO baru-baru ini, Dewan Keamanan Arbitrum memutuskan untuk membekukan 30.766 ETH yang dipegang oleh penyerang. Keputusan ini berhasil mengamankan dana tanpa mempengaruhi keadaan jaringan secara keseluruhan.

Kekhawatiran Terhadap Sentralisasi

Namun, intervensi ini segera menuai penolakan dari sejumlah pihak yang khawatir akan potensi sentralisasi. Kekhawatiran tersebut berfokus pada kemampuan Dewan Keamanan untuk memaksa perubahan pada jaringan tanpa memerlukan operator node individu untuk secara aktif mengunduh dan menerima pembaruan perangkat lunak baru.

“Dewan Keamanan memiliki kekuatan untuk meningkatkan kontrak pintar di L1, yang secara efektif merupakan mekanisme pemaksaan yang sama sekali tidak sejalan dengan prinsip desentralisasi,” ungkap Nakamoto.

Pandangan Schwartz tentang Desentralisasi

Meski demikian, Schwartz tidak sependapat bahwa tindakan Arbitrum melanggar prinsip-prinsip desentralisasi. Ia mengingatkan pada insiden ketika seorang penyerang berhasil mencetak lebih dari 184 miliar BTC dari udara, yang dikenal sebagai “insiden overflow nilai”. Pada saat itu, Satoshi Nakamoto dan pengembang awal Bitcoin merilis patch baru, dan komunitas operator node secara efektif memundurkan sejarah blockchain.

“Ini persis seperti yang dilakukan Bitcoin sebagai respons terhadap insiden overflow,” jelas Schwartz di platform X. “Operator node tidak setuju dengan pandangan basis data bersama yang ditunjukkan oleh aturan konsensus yang ada. Oleh karena itu, mereka memilih untuk mengubah aturan tersebut dan memundurkan sejarah sistem.”

Kesimpulan

Komunitas Arbitrum kini dihadapkan pada keadaan jaringan yang mereka anggap tidak sah, dan dewan bertindak untuk memperbaikinya.

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk menghormati pandangan blockchain yang dihasilkan oleh aturan konsensus saat itu,” catatnya. “Inilah cara kerja desentralisasi.”