Charles Hoskinson Mempertanyakan Pendekatan Keamanan Pasca-Kuantum Bitcoin

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Bitcoin dan Keamanan Pasca-Kuantum

Langkah Bitcoin menuju keamanan pasca-kuantum telah menuai kritik dari pendiri Cardano, Charles Hoskinson, yang mempertanyakan pilihan desain di balik model perlindungan yang diusulkan. Komentarnya berfokus pada SPHINCS+, sebuah skema tanda tangan berbasis hash yang dianggap aman oleh beberapa pengembang terhadap ancaman kuantum di masa depan.

Hoskinson menyatakan bahwa Bitcoin mungkin telah memilih sistem tanda tangan pasca-kuantum yang “paling tidak ekspresif dan menarik“.

Ia berargumen bahwa meskipun pendekatan yang dipilih dapat melindungi jaringan, hal itu menawarkan sedikit ruang untuk fungsionalitas yang lebih luas.

SPHINCS+ dan Trade-off

SPHINCS+ adalah skema tanda tangan berbasis hash tanpa status yang dirancang untuk menahan serangan dari komputer kuantum. Skema ini tidak bergantung pada struktur matematika yang kompleks, sehingga menarik bagi pengembang yang lebih memilih alat keamanan yang sederhana dan defensif. Namun, desain tersebut juga memiliki trade-off.

Tanda tangan SPHINCS+ jauh lebih besar dibandingkan dengan tanda tangan ECDSA atau Schnorr yang saat ini digunakan, yang dapat meningkatkan ukuran transaksi dan memberikan tekanan pada skalabilitas jika diadopsi secara luas.

Peluang yang Terlewat

Selain itu, kritik Hoskinson berfokus pada apa yang ia sebut sebagai kesempatan yang terlewat untuk peningkatan yang lebih luas. Ia berargumen bahwa Bitcoin seharusnya dapat mengadopsi sistem pasca-kuantum yang lebih dari sekadar menyelesaikan satu masalah keamanan. Kekhawatirannya bukan hanya tentang ketahanan kuantum, tetapi juga tentang apakah Bitcoin seharusnya mengunci dirinya dalam sistem yang kaku saat ini, terutama ketika opsi pasca-kuantum lainnya mungkin menjadi lebih adaptif di masa depan.

Pendekatan Konservatif Pengembang Bitcoin

Pengembang Bitcoin sering kali lebih memilih perubahan konservatif yang mengurangi risiko serangan. Dari sudut pandang ini, SPHINCS+ cocok dengan gaya desain jaringan yang telah ada sejak lama, karena bergantung pada fungsi hash yang sederhana dan menghindari kompleksitas tambahan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Bitcoin memperlakukan perlindungan pasca-kuantum sebagai pembaruan defensif daripada sebagai perluasan fitur. Bagi pengembang yang menghargai stabilitas daripada kemampuan tambahan, hal ini mungkin tetap menjadi argumen yang lebih kuat.

Diskusi Tentang Komputer Kuantum

Sementara itu, komputer kuantum berskala besar belum dapat memecahkan kriptografi Bitcoin saat ini. Meskipun demikian, diskusi ini semakin mendapatkan perhatian seiring dengan semakin banyak proyek blockchain yang mulai merencanakan perubahan keamanan jangka panjang.

Siklus peningkatan Bitcoin yang lambat berarti setiap keputusan yang dibuat sekarang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini telah mengubah perdebatan menjadi pertanyaan yang lebih luas tentang apakah jaringan harus memprioritaskan kehati-hatian segera atau fleksibilitas di masa depan.