Adam Back: Peretasan Kuantum 15-Bit Tidak Mengancam Bitcoin

5 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Debat di Pasar Cryptocurrency

Sebuah debat telah muncul di pasar cryptocurrency setelah peneliti Giancarlo Lelli menerima hadiah 1 BTC dari Project Eleven. Hadiah tersebut diberikan setelah Lelli berhasil memecahkan kunci ECC 15-bit menggunakan komputer kuantum berbasis cloud. Project Eleven menyatakan bahwa Lelli menggunakan versi modifikasi dari algoritma Shor untuk pengujian tersebut. Mereka juga mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi telah berpindah dari kunci 6-bit ke kunci 15-bit dalam waktu tujuh bulan, menunjukkan kemajuan yang lebih cepat dalam pengujian kuantum.

Tanggapan CEO Blockstream

CEO Blockstream, Adam Back, menantang anggapan bahwa pengujian tersebut menandakan adanya serangan kuantum yang nyata terhadap cryptocurrency. Ia berargumen bahwa hasil tersebut tidak membuktikan bahwa metode kuantum dapat digunakan secara efektif terhadap Bitcoin atau sistem kriptografi modern. Back menyatakan bahwa pengujian tersebut lebih mirip dengan tebakan statistik daripada pelanggaran teknis. Menurutnya, komputer kuantum tidak mampu menyelesaikan jenis masalah sulit yang melindungi kunci pribadi Bitcoin.

Kritik Terhadap Ukuran Kunci

Sementara itu, kritik utama berfokus pada ukuran kunci 15-bit yang kecil. Kunci dengan ukuran tersebut memiliki ruang pencarian yang terbatas, sehingga jauh lebih mudah untuk menguji kemungkinan jawaban dibandingkan dengan kunci Bitcoin yang sebenarnya. Mantan pengembang Bitcoin Core, Jonas Schnelli, juga mempertanyakan hasil tersebut. Ia menjelaskan bahwa peneliti hanya memeriksa sekitar 20.000 kemungkinan dari total 32.497, memberikan metode tersebut peluang tinggi untuk sukses tanpa adanya keuntungan dari komputasi kuantum. Schnelli menggambarkan hasil tersebut sebagai mirip dengan “melempar koin” dan menegaskan,

“Komputasi kuantum tidak memberikan kontribusi yang berguna di sini,”

berargumen bahwa eksperimen tersebut tidak menunjukkan ancaman nyata terhadap keamanan cryptocurrency.

Diskusi Tentang Keamanan Pasca-Kuantum

Klaim ini telah memicu diskusi baru tentang komputasi kuantum dan Bitcoin. Beberapa pengamat pasar melihat hasil Project Eleven sebagai langkah menuju risiko di masa depan, sementara kritik berpendapat bahwa itu tidak relevan untuk kriptografi dengan kekuatan penuh. Back tetap berpendapat bahwa Bitcoin masih jauh dari jangkauan mesin kuantum saat ini. Ia menambahkan bahwa sistem kuantum kemungkinan akan menargetkan rahasia negara atau sistem perbankan sebelum menjadi perhatian praktis bagi Bitcoin. Bitcoin menggunakan ukuran kunci yang jauh lebih besar daripada yang diuji dalam eksperimen tersebut. Oleh karena itu, Back dan skeptis lainnya memandang tantangan tersebut sebagai pengujian skala kecil, bukan sebagai bukti bahwa Bitcoin menghadapi ancaman kuantum yang segera.

Kesimpulan

Episode ini menunjukkan minat yang semakin meningkat dalam keamanan pasca-kuantum di seluruh dunia cryptocurrency. Namun, para ahli tetap terpecah tentang apakah hasil Project Eleven menandakan kemajuan nyata atau hanya eksperimen terkontrol dengan relevansi pasar yang terbatas.