Usulan Penggantian Diskon Pajak Capital Gains di Australia
Pemerintah Buruh Australia telah mengusulkan penggantian diskon pajak capital gains yang telah lama berlaku di negara tersebut dengan model yang terindeks inflasi. Usulan ini berpotensi meningkatkan kewajiban pajak bagi investor cryptocurrency yang memegang aset dalam jangka waktu lama. Menurut laporan Australian Financial Review pada hari Minggu, yang mengutip sumber-sumber yang akrab dengan anggaran tahun fiskal 2027, pemerintah Albanese berencana untuk menghapus diskon pajak capital gains sebesar 50% saat ini sebagai bagian dari paket perubahan pajak yang lebih luas terkait kebijakan investasi dan perumahan.
Perubahan Sistem Pajak
Di bawah sistem yang ada, warga Australia yang memegang aset selama lebih dari 12 bulan dapat mengurangi pajak capital gains hingga setengahnya. Sebagai pengganti model diskon, kerangka kerja yang diusulkan akan mengenakan pajak pada keuntungan riil yang disesuaikan dengan inflasi selama seluruh periode kepemilikan aset. Investor jangka panjang dengan pengembalian yang disesuaikan inflasi yang moderat mungkin akan membayar lebih banyak pajak, terutama mereka yang berpenghasilan lebih tinggi dengan eksposur terhadap saham, cryptocurrency, dan aset komersial.
Implementasi dan Transisi
Perubahan yang diuraikan dalam anggaran federal diharapkan mulai berlaku pada Juli 2027. Aset yang dibeli setelah 10 Mei akan mendapatkan pengaturan transisi satu tahun sebelum aturan baru sepenuhnya diterapkan. Investasi yang diperoleh sebelum tanggal tersebut akan tetap memiliki akses parsial ke sistem diskon saat ini, dengan perlakuan pajak dihitung secara proporsional berdasarkan berapa lama aset tersebut dipegang di bawah masing-masing rezim.
Kritik dan Pandangan Berbeda
Kritik dari pelaku pasar muncul segera setelah rincian proposal tersebut terungkap. Chris Joye, manajer portofolio di Coolabah Capital Investments, berpendapat bahwa perubahan ini akan mengurangi investasi di sektor-sektor produktif ekonomi. “Setelah anggaran menggandakan pajak capital gains pada bisnis dan aset produktif dari sekitar 23,5% menjadi 46-47%, investor akan secara wajar menarik uang dari bisnis, saham, properti komersial, dan perumahan sewa, dan mengalirkannya ke rumah yang mereka huni tanpa pajak,” kata Joye. Ia menambahkan bahwa perumahan yang dihuni pemilik akan menjadi “pemenang terbesar dari anggaran” karena investor akan mengalihkan modal ke properti yang diuntungkan pajak alih-alih investasi bisnis atau pasar.
Scott Phillips, kepala petugas investasi di perusahaan penasihat investasi The Motley Fool, memiliki pandangan yang berbeda. Dalam komentar yang diposting di X, Phillips menyatakan bahwa investor yang terkena dampak perubahan tersebut masih akan memiliki insentif yang kuat untuk mengejar peluang pertumbuhan jangka panjang, karena investasi yang menguntungkan akan terus menghasilkan pengembalian yang substansial meskipun dengan kewajiban pajak yang lebih tinggi.
Perombakan Pajak dan Aset Digital
Perombakan pajak yang diusulkan ini datang saat pembuat kebijakan Australia terus membentuk aturan seputar aset digital dan keuangan ter-tokenisasi. Pada bulan April, sebuah visi pembayaran draf yang dikembangkan bersama oleh Rountable Pembayaran Akun-ke-Akun mengidentifikasi stablecoin dan kewajiban ter-tokenisasi sebagai teknologi yang bergerak “dari eksperimen ke adopsi.” Anggota rountable termasuk AusPayNet, Australian Payments Plus, Reserve Bank of Australia, dan Commonwealth Treasury. Draf tersebut menyatakan bahwa infrastruktur pembayaran akun-ke-akun mungkin akhirnya perlu mendukung interoperabilitas antara uang bank tradisional dan representasi fiat ter-tokenisasi.