Kerja Sama China, AS, dan UEA dalam Penggerebekan Penipuan Cryptocurrency di Dubai

18 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Operasi Penegakan Hukum Internasional Terhadap Penipuan Telekomunikasi

Polisi dari China, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab telah melaksanakan operasi penegakan hukum internasional bersama yang pertama terhadap penipuan telekomunikasi dan online di Dubai, menurut laporan dari Xinhua. Kementerian Keamanan Publik China menyatakan bahwa operasi ini berhasil membongkar sembilan lokasi penipuan dan mengarah pada penangkapan 276 orang.

Metode Penipuan yang Digunakan

Para penyelidik mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok tersebut memanfaatkan media sosial untuk membangun hubungan romantis palsu dengan korban, sebelum mengarahkan mereka ke “proyek cryptocurrency dengan imbal hasil tinggi” yang dijanjikan. Laporan tersebut mencatat bahwa para korban mengalami kerugian finansial setelah mengirimkan dana ke dalam skema tersebut.

Kerjasama Lintas Batas

Xinhua melaporkan bahwa otoritas China memandang operasi ini sebagai bagian dari kerjasama lintas batas yang lebih luas dalam memerangi penipuan online. Crypto.news sebelumnya melaporkan bahwa tindakan penegakan hukum yang dipimpin oleh FBI telah mengganggu sembilan pusat penipuan cryptocurrency dan mengakibatkan 276 penangkapan. Polisi Dubai menahan 275 orang, sementara otoritas di Thailand menangkap satu tersangka yang terkait dengan upaya penegakan hukum yang lebih luas ini.

Tuntutan Hukum dan Penipuan yang Terorganisir

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa jaksa di Distrik Selatan California menuntut beberapa tersangka dengan tuduhan penipuan melalui sarana komunikasi dan pencucian uang. Para penyelidik mengaitkan aktivitas tersebut dengan Ko Thet Company, Sanduo Group, dan Giant Company, yang dijelaskan oleh otoritas sebagai perusahaan yang digunakan untuk menjalankan pusat-pusat penipuan.

Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa para terdakwa menargetkan individu di Amerika Serikat dan negara lain dengan membangun kepercayaan dan kasih sayang seiring waktu. Setelah itu, mereka mempromosikan investasi cryptocurrency dan membantu korban memindahkan dana ke platform yang tidak nyata.

Kerugian yang Diderita Korban

DOJ menyatakan bahwa korban kehilangan kendali atas cryptocurrency mereka setelah mengirimkan dana ke platform palsu. Para jaksa mengungkapkan bahwa uang tersebut kemudian dipindahkan melalui akun cryptocurrency lain, termasuk akun yang dikendalikan oleh para penipu. Badan tersebut melaporkan bahwa penyelidik telah menemukan jutaan dolar dalam kerugian yang terkait dengan kasus-kasus ini.

Penegakan Hukum yang Berkelanjutan

Selain itu, penindakan ini menambah dorongan yang lebih luas dalam memerangi penipuan investasi cryptocurrency yang terorganisir. DOJ mengungkapkan bahwa FBI San Diego membuka penyelidikan pada tahun 2025 setelah mengidentifikasi perusahaan dan individu yang mengelola kompaun penipuan terkait dengan penipuan cryptocurrency.

FBI San Diego juga menyatakan bahwa Operasi Level Up telah memberi informasi kepada hampir 9.000 korban penipuan investasi cryptocurrency dan menyelamatkan sekitar $562 juta pada April 2026. Penangkapan terbaru ini menunjukkan bagaimana lembaga penegak hukum kini menargetkan para operator, perekrut, dan manajer di balik pusat-pusat penipuan, bukan hanya dompet yang digunakan untuk memindahkan dana.