DOJ Menuntut Owe Martin Andresen, Admin Dream Market yang Diduga Mencuci Cryptocurrency Menjadi Emas

18 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Penuntutan Owe Martin Andresen oleh Departemen Kehakiman AS

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah menuntut Owe Martin Andresen, seorang warga negara Jerman, atas dugaan keterlibatannya dalam skema pencucian uang yang terkait dengan Dream Market, sebuah pasar darknet yang ditutup pada tahun 2019. Jaksa penuntut menyebut Andresen sebagai administrator utama yang dicurigai dari situs tersebut. Baru-baru ini, DOJ mengumumkan bahwa Andresen ditangkap di Jerman atas tuduhan serupa di negara tersebut.

Detail Skema Pencucian Uang

Jaksa AS mengungkapkan bahwa Andresen menggunakan dompet administrator Dream Market yang tidak aktif untuk memindahkan dana dan mengonversi sebagian dari hasilnya menjadi batangan emas. Dream Market, yang diluncurkan pada tahun 2013, menjadi salah satu pasar darknet terbesar sebelum penutupannya, dengan hampir 100.000 daftar pada satu waktu. Situs ini menggunakan jaringan Tor dan cryptocurrency untuk menyembunyikan identitas pembeli, penjual, dan transaksi.

Aktivitas Setelah Penutupan Dream Market

Setelah penutupan, DOJ melaporkan bahwa infrastruktur cryptocurrency Dream Market tetap sebagian besar tidak tersentuh. Aktivitas dilanjutkan pada akhir 2022, ketika dana dipindahkan dari dompet lama Dream Market ke dompet baru yang telah dikonsolidasikan. Jaksa menyatakan bahwa transfer tersebut “hanya dapat diinisiasi” oleh seseorang yang memiliki akses ke kunci privat asli.

Pembelian Batangan Emas dan Penemuan Pihak Berwenang

Lebih lanjut, jaksa mengungkapkan bahwa Andresen menggunakan penyedia layanan cryptocurrency yang berbasis di Atlanta untuk membeli batangan emas dari perusahaan internasional pada bulan Agustus 2023. Diduga, batangan emas tersebut dikirim ke alamat rumahnya di Jerman. DOJ menyatakan bahwa Andresen diduga mencuci lebih dari $2 juta antara Agustus 2023 dan April 2025.

Selama penggeledahan yang dilakukan pada 7 Mei, pihak berwenang menemukan sekitar $1,7 juta dalam bentuk batangan emas, lebih dari $23.000 dalam bentuk tunai, serta informasi terkait rekening bank dan dompet cryptocurrency yang memegang sekitar $1,2 juta, yang diyakini merupakan hasil dari aktivitas di Dream Market.

Tuduhan dan Konsekuensi Hukum

Sebuah juri agung federal telah menuntut Andresen dengan enam tuduhan pencucian uang internasional dan enam tuduhan pencucian uang penyembunyian, di mana setiap tuduhan di AS dapat dihukum hingga 20 tahun penjara. DOJ menegaskan bahwa Andresen dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah.

Penegakan Hukum yang Lebih Luas

Kasus ini merupakan bagian dari penegakan hukum yang lebih luas terhadap pencucian uang yang terkait dengan cryptocurrency. Crypto.news melaporkan bahwa DOJ baru-baru ini menyelesaikan penyitaan lebih dari $400 juta dalam aset yang terkait dengan Helix, sebuah mixer cryptocurrency di darknet. Dalam liputan terpisah, seorang pria dari California dijatuhi hukuman 70 bulan penjara karena mencuci dana yang terkait dengan kelompok pencurian cryptocurrency senilai $263 juta.