Pria Kanada Diduga Menyamar Sebagai Agen Dukungan Crypto untuk Menguras $13 Juta dari Korban

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Kasus Penipuan Cryptocurrency di Amerika Serikat

Seorang pria asal Kanada yang diduga melanggar batas waktu visa tinggalnya di Amerika Serikat telah didakwa dalam sebuah skema penipuan cryptocurrency. Ia dituduh mencuri lebih dari $13 juta dari para korban dengan menyamar sebagai agen dukungan crypto.

Detail Kasus

Menurut pernyataan dari Kantor Pengacara AS untuk Distrik Selatan Florida, Trenton Richard David Johnston yang berusia 19 tahun diduga berpura-pura menjadi perwakilan dukungan untuk mesin pencari populer serta perusahaan terkait cryptocurrency. Dengan cara ini, ia berhasil mendapatkan akses ke akun digital dan dompet cryptocurrency milik para korban saat tinggal di daerah Miami.

“Jaksa penuntut menyatakan bahwa Johnston dan rekan-rekan konspirasinya telah mentransfer kepemilikan cryptocurrency milik korban untuk keuntungan pribadi mereka, yang mengakibatkan kerugian lebih dari $13 juta.”

Penangkapan dan Tuduhan

Pihak berwenang juga mendakwa Brandon Michael Tardibone, seorang pria berusia 28 tahun dari Miami, dengan tuduhan bahwa ia melindungi Johnston selama ia tinggal secara ilegal di AS dan membantu mencuci hasil dari skema tersebut. Jaksa federal mengklaim bahwa pasangan ini menggunakan lebih dari $1 juta dari hasil ilegal untuk membeli kendaraan mewah, perhiasan, dan untuk pengeluaran gaya hidup malam.

Tuduhan dan Potensi Hukuman

Johnston menghadapi tuduhan konspirasi untuk melakukan penipuan melalui kabel dan konspirasi untuk melakukan pencucian uang. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun untuk setiap tuduhan. Sementara itu, Tardibone didakwa dengan konspirasi untuk melakukan pencucian uang dan melindungi orang asing di AS, yang masing-masing membawa potensi hukuman penjara hingga 20 tahun dan 10 tahun.