Aturan Baru BSP: Pengawasan Lebih Ketat terhadap Token Kripto di Filipina

5 jam yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Peraturan Baru untuk Penyedia Layanan Aset Virtual di Filipina

Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) telah memperkenalkan persyaratan yang lebih ketat bagi penyedia layanan aset virtual (VASPs). Kebijakan ini mengharuskan VASPs untuk menerapkan prosedur penyaringan, pemantauan, dan penghapusan yang lebih mendalam terhadap cryptocurrency yang ditawarkan kepada pelanggan. Langkah ini diambil seiring dengan upaya regulator untuk memperkuat pengawasan terhadap pasar aset digital di Filipina.

Panduan dan Proses Uji Tuntas

Panduan baru ini mengharuskan VASPs untuk membangun “proses uji tuntas dan akreditasi yang kuat” sebelum mencantumkan aset virtual di platform mereka, menurut memorandum yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur BSP, Lyn Javier. Dalam memorandum tersebut, VASPs diwajibkan untuk mengevaluasi aset virtual berdasarkan enam area:

  • Latar belakang penerbit
  • Kematangan pasar
  • Kasus penggunaan
  • Transparansi dan keamanan
  • Penukaran dan likuiditas
  • Kepatuhan hukum

BSP menekankan bahwa bursa harus mengumpulkan informasi yang cukup untuk menilai kualitas dan risiko aset sebelum membuatnya tersedia bagi pelanggan.

Larangan terhadap Aset Anonim

BSP juga secara eksplisit melarang VASPs untuk mencantumkan atau mendukung aset yang meningkatkan anonimitas atau privasi. Bank sentral menyatakan bahwa bursa dapat meninjau dokumen perusahaan, struktur kepemilikan, laporan keuangan yang diaudit, informasi kepemilikan yang menguntungkan, dan pemeriksaan kelayakan yang melibatkan direktur dan pejabat perusahaan. Proses tinjauan ini juga dapat mencakup pemeriksaan kemungkinan konflik kepentingan yang melibatkan penerbit, regulator, pejabat pemerintah, atau entitas terkait.

Kematangan Pasar dan Likuiditas

Dalam hal kematangan pasar, VASPs dapat menilai faktor-faktor seperti kapitalisasi pasar, volume perdagangan, tahun beroperasi, dukungan bursa, dan jumlah pemegang on-chain. Regulator menyatakan bahwa indikator-indikator ini dapat membantu menentukan apakah suatu aset memiliki aktivitas pasar yang mapan dan likuiditas yang cukup. BSP memberikan fokus tambahan pada aset virtual yang didukung oleh aset dan fiat.

Bursa mungkin diminta untuk memeriksa bagaimana token diterbitkan, ditukarkan, dicetak, dan dibakar, serta mekanisme yang digunakan untuk mempertahankan stabilitas harga.

Monitoring dan Penangguhan Aset

Memorandum tersebut juga mengarahkan VASPs untuk terus memantau aset yang terdaftar dan menetapkan ambang batas yang dapat memicu penangguhan atau penghapusan. Bursa harus melacak apakah aset terus memenuhi standar yang digunakan selama proses persetujuan. Token dapat ditangguhkan atau dihapus karena:

  • Perkembangan pasar yang merugikan
  • Insiden keamanan siber
  • Pelanggaran hukum
  • Pengungkapan yang menyesatkan
  • Masalah perlindungan konsumen
  • Penyalahgunaan pasar
  • Pergerakan harga yang tidak biasa

BSP menegaskan bahwa bursa harus bertindak segera ketika risiko serius muncul.

Larangan Terhadap Privacy Coins

Bank sentral juga menegaskan bahwa cryptocurrency yang meningkatkan anonimitas, yang umumnya dikenal sebagai privacy coins, tetap dilarang untuk dicantumkan atau didukung oleh VASPs yang berlisensi. Langkah-langkah terbaru ini muncul saat regulator Filipina terus menyempurnakan kerangka kerja yang mengatur bisnis aset digital.

Upaya Binance di Filipina

Perkembangan ini juga datang tak lama setelah Binance mencari jalur yang diatur untuk kembali ke Filipina melalui kemitraan dengan BlockShoals Technologies di bawah program StratBox sandbox dari Komisi Sekuritas dan Pertukaran Filipina. Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, Binance menyatakan bahwa pengaturan tersebut akan memungkinkan mereka untuk menguji layanan dalam lingkungan regulasi yang diawasi.

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa baik Binance maupun BlockShoals saat ini tidak memiliki lisensi VASP yang dikeluarkan oleh BSP, dengan bank sentral menyatakan bahwa partisipasi dalam sandbox SEC tidak menggantikan persyaratan lisensi untuk layanan aset virtual. Binance telah berusaha untuk kembali ke pasar Filipina secara teratur melalui kerangka sandbox SEC setelah menghadapi pembatasan terkait lisensi di negara tersebut.