Jaksa Belanda Berusaha Menyatakan Bangkrut Platform Crypto Knaken Setelah Dana Diblokir

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Jaksa Belanda Upayakan Kebangkrutan Platform Cryptocurrency

Jaksa Belanda berupaya untuk menyatakan bangkrut sebuah platform cryptocurrency yang telah menghentikan operasinya, guna melindungi puluhan ribu pelanggan yang tidak dapat mengakses dana mereka. Layanan Penuntutan Umum meminta pengadilan di Rotterdam untuk menyatakan Knaken Cryptohandel dan entitas afiliasinya, Stichting Knaken Payments, bangkrut, dengan alasan langkah ini demi “kepentingan publik.”

Situasi Pelanggan dan Operasional Knaken

Knaken telah offline sejak awal Juni, meninggalkan sekitar 30.000 pelanggan tanpa akses ke aset mereka. Platform ini memungkinkan pengguna untuk menukar euro dengan cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum, serta melakukan perdagangan dan menyimpan aset digital, yang semuanya memerlukan lisensi dari regulator pasar Belanda, AFM, sesuai dengan aturan cryptocurrency Uni Eropa. Namun, Knaken tidak pernah memperoleh lisensi tersebut.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menghentikan operasional dan sedang dalam proses penutupan, tetapi jaksa mengungkapkan kekhawatiran bahwa proses tersebut tidak berjalan dengan baik. Knaken telah berhenti membayar pelanggan dan dilaporkan telah meminta mereka untuk tidak mengajukan klaim kerugian.

Permohonan Kebangkrutan dan Penyelidikan Kriminal

Berdasarkan peringatan dari AFM, jaksa menggunakan kekuatan sipil mereka untuk meminta kebangkrutan perusahaan demi kepentingan publik. Jika pengadilan menyetujui permohonan ini, seorang wali yang ditunjuk oleh pengadilan akan mengambil alih aset Knaken dan memutuskan apa yang dapat dikembalikan kepada pelanggan dan kreditor lainnya. Layanan penuntutan menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam cara wali menangani proses tersebut.

“Jaksa menekankan bahwa jalur sipil dan kriminal ditangani oleh tim yang terpisah.”

Selain itu, terdapat penyelidikan kriminal oleh Layanan Informasi dan Investigasi Fiskal (FIOD) mengenai kemungkinan pelanggaran, yang dipicu oleh sinyal dari AFM dan pengaduan dari regulator. Pada hari Senin, penyelidik melakukan pencarian, menyita laptop dan ponsel, serta aset perusahaan. Tidak ada yang ditangkap dalam proses ini.

Regulasi Cryptocurrency di Eropa

Kasus ini muncul di tengah ketatnya rezim lisensi cryptocurrency Eropa, MiCA. Periode transisi yang memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi di bawah aturan nasional yang lebih lama berakhir pada 1 Juli, setelah itu platform tanpa otorisasi tidak dapat lagi secara hukum melayani pelanggan di Uni Eropa. Analis memperkirakan bahwa tekanan ini akan mengurangi jumlah perusahaan di pasar, di mana hanya sekitar 200 perusahaan yang telah mendapatkan lisensi penuh. Belanda sendiri telah menutup periode kelonggarannya setahun yang lalu.

Hubungan Knaken dengan Klub Sepak Bola

Knaken menarik perhatian publik sebagai sponsor klub sepak bola Belanda, termasuk Ajax, Feyenoord, dan Sparta Rotterdam. Namun, hubungan tersebut mulai merenggang jauh sebelum kebangkrutan: Ajax menghentikan kerja sama setelah dua bulan, dan Feyenoord mengakhiri kemitraan tahun lalu. Dalam laporan tahunan 2024, Knaken menggambarkan dirinya sebagai ‘rentan secara finansial.’ Menurut penyiar publik Belanda, NOS.