Rusia Menangkap Lebih dari 20 Orang dalam Penggerebekan Bursa Crypto Tidak Terdaftar Terkait Pencucian Uang

3 jam yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Penahanan Pekerja Bursa Cryptocurrency di Rusia

Rusia telah menahan lebih dari 20 pekerja dalam penggerebekan di sembilan bursa cryptocurrency yang tidak terdaftar, terkait dugaan skema pencucian uang yang berhubungan dengan hasil penipuan. Menurut pernyataan resmi dari Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB), pihak berwenang, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, menutup sembilan layanan pertukaran cryptocurrency yang beroperasi dari distrik bisnis Moskow.

Operasi Penegakan Hukum

Mereka mengklaim bahwa layanan tersebut digunakan untuk mengonversi uang yang dicuri melalui penipuan telepon menjadi cryptocurrency dan mengirimkannya ke akun yang dikuasai oleh koordinator di Ukraina. Operasi tersebut berlangsung di Pusat Bisnis Internasional Moskow, yang dikenal sebagai Moskow City, di mana lebih dari 20 karyawan dari layanan pertukaran ditahan.

FSB mengklaim bahwa bursa tersebut merupakan bagian dari sembilan saluran yang dikoordinasikan dari luar negeri untuk memindahkan dana keluar dari Rusia melalui transaksi cryptocurrency.

Kasus ini berfokus pada hasil dari penipuan jarak jauh yang menargetkan warga negara Rusia. Menurut FSB, para korban tetap dalam kontak terus-menerus dengan pusat panggilan penipuan, mengikuti instruksi rinci dari penipu, dan tidak menyadari sifat transaksi yang mereka lakukan.

Peran Bursa dan Kurir

Para penyelidik mengklaim bahwa layanan pertukaran menjual cryptocurrency kepada korban, termasuk pensiunan yang bertindak di bawah pengaruh penipu, sebelum mentransfer aset digital ke akun yang dijelaskan oleh FSB sebagai milik pengendali di Ukraina. Bersamaan dengan karyawan bursa, pihak berwenang juga menahan diduga rekan-rekan yang berusia antara 18 dan 25 tahun, yang menurut agensi, bekerja sebagai kurir.

Pejabat mengatakan bahwa para kurir mengumpulkan uang tunai dari individu yang ditipu dan mengantarkannya ke titik pertukaran cryptocurrency untuk dikonversi sebelum dana tersebut diduga dikirim ke luar negeri.

Penyelidikan dan Hukuman

FSB juga menyatakan bahwa banyak orang yang direkrut untuk bekerja di bursa telah dipekerjakan secara jarak jauh dari berbagai wilayah Rusia, meskipun tidak memiliki pengetahuan keuangan yang memadai. Para penyelidik mengklaim bahwa mereka tertarik untuk terlibat dalam operasi tersebut dengan janji penghasilan yang mudah.

Kementerian Dalam Negeri Rusia telah membuka kasus pidana berdasarkan Pasal 159 Ayat 4 dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana negara tersebut, yang mencakup penipuan dalam skala besar. Menurut pihak berwenang, karyawan bursa dan kurir sedang diselidiki sebagai diduga rekan dalam pelanggaran tersebut dan dapat menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun jika terbukti bersalah.

Regulasi Cryptocurrency di Rusia

Pada saat yang sama, pejabat mengatakan mereka terus mengidentifikasi korban tambahan, memverifikasi pernyataan saksi, dan menentukan apakah kerugian finansial dapat dipulihkan. Tindakan penegakan hukum ini terjadi kurang dari seminggu setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang aset digital baru Rusia, yang menetapkan kerangka kerja yang diatur untuk bursa cryptocurrency, broker, kustodian, dan peserta pasar lainnya mulai 1 September.

Di bawah undang-undang tersebut, penyedia bursa cryptocurrency harus bergabung dengan registri pemerintah dan memenuhi persyaratan modal minimum sebelum menawarkan layanan di bawah rezim hukum baru. Bisnis bursa yang ada memiliki periode transisi sebelum persyaratan pendaftaran menjadi wajib, meskipun FSB mengidentifikasi bisnis yang menjadi target dalam operasi terbaru sebagai titik pertukaran yang tidak terdaftar dan diduga terlibat dalam aktivitas kriminal.

Langkah-Langkah Pemerintah dan Survei Publik

Undang-undang tersebut juga membatasi pembelian cryptocurrency ritel, memperkenalkan pengujian kelayakan wajib untuk investor, dan melanjutkan larangan Rusia terhadap penggunaan cryptocurrency untuk membayar barang dan jasa biasa di dalam negeri. Namun, undang-undang tersebut mengizinkan aset digital digunakan dalam penyelesaian perdagangan lintas batas tertentu di bawah kerangka kerja yang disetujui oleh para pembuat undang-undang.

Sementara itu, Bank Rusia sedang mempersiapkan regulasi tambahan yang mencakup operasi pertukaran, perdagangan terorganisir, penyimpanan digital, dan perlindungan investor sebelum ketentuan utama undang-undang tersebut mulai berlaku. Penggerebekan terbaru ini mengikuti beberapa langkah pemerintah baru-baru ini yang mempengaruhi industri cryptocurrency.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Mikhail Mishustin menyetujui perluasan pembatasan penambangan cryptocurrency di Rusia, memperpanjang larangan penambangan jangka panjang ke Moskow, Wilayah Moskow, dan bagian-bagian Kursk dari 15 Agustus hingga akhir 2032. Pejabat mengatakan bahwa keputusan tersebut dimaksudkan untuk mengatasi masalah kapasitas listrik di wilayah yang terkena dampak sambil terus mengizinkan aktivitas terdaftar di tempat lain.

Pihak berwenang juga telah memperkenalkan registri penambangan untuk membedakan operator terdaftar dari yang tidak sah sebagai bagian dari pengawasan mereka terhadap sektor tersebut.

Kesadaran Publik tentang Cryptocurrency

Temuan survei terpisah yang diterbitkan minggu ini oleh Rambler&Co menunjukkan bahwa banyak orang Rusia tetap tidak akrab dengan aset digital meskipun peluncuran pasar yang diatur semakin dekat. Menurut survei tersebut, 69% responden mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi alasan praktis untuk menggunakan cryptocurrency, sementara lebih dari setengahnya melaporkan mengetahui sedikit tentang cara kerja cryptocurrency.

Responden juga mengidentifikasi regulasi yang jelas, platform berlisensi, dan informasi yang dapat diandalkan sebagai prioritas sebelum menggunakan aset digital.