BitGo Singapore dan dtcpay Bekerja Sama untuk Meningkatkan Pembayaran Crypto Global

3 jam yang lalu
2 menit baca
3 tampilan

BitGo Singapore dan dtcpay Jalin Kemitraan untuk Infrastruktur Pembayaran Aset Digital

BitGo Singapore dan dtcpay telah menjalin kemitraan untuk mendukung infrastruktur pembayaran aset digital yang aman di pasar global. Dalam pengumuman yang dirilis pada hari Selasa, kedua perusahaan menyatakan bahwa kesepakatan ini akan memungkinkan dtcpay untuk memanfaatkan infrastruktur BitGo Singapore guna meningkatkan operasional, memperkuat keamanan aset, dan memperluas jaringan pembayaran mereka. Meskipun demikian, rincian mengenai syarat finansial dari kemitraan ini tidak diungkapkan.

Profil BitGo Singapore

BitGo Singapore merupakan anak perusahaan dari BitGo Holdings, sebuah perusahaan infrastruktur aset digital yang terdaftar di Bursa Efek New York dengan kode BTGO. Unit ini memiliki lisensi dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) sebagai Institusi Pembayaran Utama untuk Layanan Token Pembayaran Digital dan Layanan Transfer Uang Lintas Batas. Kepercayaan dan kepatuhan adalah aspek yang tidak dapat dinegosiasikan dalam pembayaran digital. Oleh karena itu, dtcpay memilih untuk bermitra dengan BitGo Singapore dalam membangun infrastruktur yang diatur oleh MAS dengan standar institusi saat mereka memperluas jaringan pembayaran global.

Tujuan Kemitraan

Bersama-sama, kedua perusahaan ini memberdayakan generasi berikutnya dari solusi pembayaran digital. dtcpay, yang berkantor pusat di Singapura, sedang membangun jaringan pembayaran berlisensi yang mendukung penyelesaian waktu nyata, harga yang kompetitif, dan layanan keuangan premium di berbagai pasar. Dalam kemitraan ini, dtcpay berencana untuk memanfaatkan infrastruktur aset digital BitGo Singapore saat mereka mengembangkan jaringan pembayaran global mereka. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pada peningkatan kapasitas operasional, keamanan aset yang lebih baik, dan konektivitas pembayaran yang lebih luas.

Pernyataan Pihak Terkait

Angela Ang, Direktur Pelaksana BitGo Singapore, menyatakan bahwa dtcpay memainkan peran penting dalam “adopsi aset digital di dunia nyata.” Dia menambahkan bahwa peran BitGo Singapore adalah menyediakan “infrastruktur yang aman dan diatur” saat dtcpay memperluas ke pasar baru. Sementara itu, Alice Liu, Pendiri dan CEO dtcpay, menegaskan bahwa “kepercayaan dan kepatuhan adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan” dalam pembayaran digital. Dia menyatakan bahwa infrastruktur yang diatur oleh BitGo Singapore memberikan dtcpay dasar yang kuat untuk memperluas jaringannya.

Perubahan Strategi Pembayaran

Kemitraan ini mengikuti langkah sebelumnya dtcpay menuju pembayaran menggunakan stablecoin. Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, dtcpay berencana untuk menghentikan dukungan untuk pembayaran Bitcoin dan Ethereum pada tahun 2025 dan akan fokus pada stablecoin untuk layanan pembayaran. Perubahan ini juga terlihat dalam penggunaan ritel, di mana jaringan department store Singapura, Metro, telah bermitra dengan dtcpay untuk memungkinkan pembayaran stablecoin menggunakan USDT, USDC, dan WUSD, dengan rencana untuk menambahkan FDUSD.

Peningkatan Penggunaan Pembayaran di Singapura

Penggunaan pembayaran di Singapura juga menunjukkan peningkatan. Survei Triple-A yang dikutip dalam laporan sebelumnya menunjukkan bahwa kepemilikan crypto mencapai 26% pada tahun 2024, sementara 52% pemegang telah menggunakan aset digital untuk membayar barang dan jasa. Hal ini memberikan perusahaan pembayaran basis lokal yang lebih besar untuk dilayani saat ini. Kemitraan baru antara BitGo Singapore dan dtcpay menambah lapisan lain pada strategi tersebut. Alih-alih hanya fokus pada aset yang dapat dibelanjakan oleh pengguna, kedua perusahaan kini menekankan pentingnya kustodi, penyelesaian, kepatuhan, dan keandalan jaringan pembayaran.

Ekspansi BitGo dan Kesepakatan di Singapura

BitGo telah memperluas bisnis infrastruktur teraturnya di berbagai pasar. Perusahaan ini menawarkan layanan kustodi, dompet, staking, trading, pembiayaan, stablecoin, dan penyelesaian dari penyimpanan dingin yang diatur. Kesepakatan di Singapura ini juga mengikuti dorongan kepatuhan Eropa dari BitGo. Seperti yang dilaporkan hari ini, BitGo memperkenalkan infrastruktur yang sesuai dengan MiCA untuk perusahaan crypto Eropa yang menghadapi tenggat waktu lisensi UE. Layanan ini memungkinkan perusahaan yang memenuhi syarat untuk menggunakan infrastruktur kustodi dan dompet yang diatur oleh BitGo sambil terus mencari lisensi mereka sendiri. Perusahaan memposisikan penawaran ini sebagai cara untuk membantu perusahaan tetap beroperasi di bawah aturan yang lebih ketat.

Kesimpulan

Kesepakatan dtcpay sejalan dengan arah yang lebih luas yang sama. BitGo menyediakan infrastruktur yang diatur, sementara perusahaan pembayaran dan perusahaan crypto menggunakan dasar tersebut untuk melayani pelanggan di pasar di mana lisensi dan keamanan aset sangat penting. BitGo Singapore dan dtcpay juga menyatakan bahwa mereka berencana untuk menjelajahi lebih banyak kerja sama di masa depan, dengan area yang mungkin mencakup infrastruktur, konektivitas, dan kemitraan ekosistem di pasar aset digital yang diatur.