Bybit Dihapus dari Daftar Peringatan Investor Malaysia: Langkah Strategis Menuju Kepatuhan dan Investasi Lokal

5 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Bybit Dihapus dari Daftar Peringatan Investor Malaysia

Bybit telah resmi dihapus dari Daftar Peringatan Investor Malaysia, tepat saat bursa tersebut memperkuat strateginya di pasar lokal melalui investasi baru di bursa yang telah terdaftar dan diatur. Menurut Ben Zhou, pendiri Bybit, pencapaian ini merupakan hasil dari “keterlibatan konstruktif dan keselarasan dengan harapan regulasi lokal.”

Pendanaan untuk Hata

Selain itu, Bybit juga memimpin pendanaan untuk Hata, sebuah platform cryptocurrency yang memiliki lisensi ganda dan beroperasi di Malaysia.

“Kami percaya bahwa infrastruktur lokal yang diatur sangat penting untuk pertumbuhan jangka panjang industri ini dan kepercayaan pengguna,” ungkap Zhou. Ia menekankan bahwa pendekatan yang mengutamakan kepatuhan ini berkaitan erat dengan kepercayaan pengguna dan pengembangan pasar yang berkelanjutan.

Rincian Kolaborasi

Rincian mengenai kolaborasi antara Bybit dan Hata menunjukkan bahwa Bybit memimpin putaran pendanaan Seri A senilai $8 juta, setelah sebelumnya berpartisipasi dalam penggalangan dana awal sebesar $4,2 juta. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan pasar aset digital yang diatur di Malaysia. Kerangka regulasi di negara ini mengharuskan platform untuk memenuhi standar lisensi dan perlindungan investor yang ketat sebelum dapat mengakses pengguna.

David Low, CEO Hata, menyatakan, “Keputusan Bybit untuk memimpin putaran ini dan bermitra dengan kami secara strategis adalah validasi yang kuat dari keyakinan kami bahwa cryptocurrency harus dibangun dengan cara yang benar, dengan lisensi yang tepat, kepatuhan yang ketat, dan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap perlindungan investor.”

Ekspansi Operasional Hata

Kolaborasi antara Bybit dan Hata tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga mencakup ekspansi operasional dalam lingkungan yang diatur di Malaysia. Hata berencana untuk menggunakan modal tersebut untuk:

  • Meningkatkan likuiditas platform
  • Memperluas basis pengguna melalui upaya ekosistem dan pemasaran
  • Mengembangkan produk aset digital baru bersama Bybit

Perusahaan ini juga beroperasi di bawah dua lisensi dari Securities Commission Malaysia dan Labuan Financial Services Authority, menjadikannya satu-satunya bursa berlisensi ganda di negara tersebut. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, Hata telah mengakuisisi lebih dari 209.000 pengguna dan memproses volume transaksi sebesar 1,04 miliar ringgit Malaysia, atau sekitar $225 juta, pada tahun 2025.

Pentingnya Pasar Malaysia

Zhou sebelumnya telah menggambarkan Malaysia sebagai “pasar yang penting secara strategis, dengan salah satu populasi yang paling terlibat secara digital di Asia Tenggara dan potensi jangka panjang yang kuat untuk adopsi aset digital.” Ia mengaitkan investasi berkelanjutan Bybit dengan permintaan lokal dan posisi jangka panjang di pasar.

Perkembangan Regulasi di Malaysia

Perkembangan regulasi di Malaysia telah mengalami percepatan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan langkah-langkah korporasi ini. Otoritas setempat sedang membangun infrastruktur untuk keuangan tokenisasi dan penggunaan stablecoin. Malaysia juga telah meluncurkan Digital Asset Innovation Hub sebagai sandbox untuk pembayaran yang dapat diprogram, stablecoin yang didukung ringgit, dan pembiayaan rantai pasokan di bawah pengawasan bank sentral.

Sementara itu, Bank Negara Malaysia telah menggariskan peta jalan tiga tahun untuk mempelajari deposito tokenisasi, stablecoin, dan penyelesaian lintas batas, serta mengonfirmasi bahwa program sandbox sedang berlangsung dengan lembaga-lembaga seperti Standard Chartered, CIMB Group, dan Maybank.