CME Akan Menggugat CFTC Terkait Persetujuan Futures Permanen di AS

2 jam yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Gugatan CME Group terhadap CFTC

CME Group berencana untuk menggugat Commodity Futures Trading Commission (CFTC) terkait persetujuan futures permanen yang diberikan oleh agensi tersebut di Amerika Serikat. CEO CME yang akan segera meninggalkan jabatannya, Terrence Duffy, menyatakan dalam wawancara dengan CNBC bahwa operator bursa ini akan mengajukan gugatan setelah regulator mengizinkan platform seperti Kalshi dan Coinbase untuk menawarkan futures crypto permanen yang diatur.

Pandangan Terrence Duffy

Duffy berpendapat bahwa CME tidak menerima perlakuan CFTC terhadap produk-produk tersebut sebagai futures biasa. Ia berargumen bahwa futures permanen seharusnya diperlakukan sebagai swap berdasarkan Dodd-Frank Act. Duffy juga menekankan bahwa CME memiliki lisensi eksklusif dengan penyedia acuan, dan menambahkan bahwa produk terkait seharusnya melalui CME meskipun mereka menggunakan struktur permanen. Klaim ini menempatkan CME dalam konflik langsung dengan regulator yang mengawasi pasar derivatif di AS.

Futures Permanen dan Dampaknya

Futures permanen, yang sering disebut sebagai “perps“, adalah derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa. Trader dapat mempertahankan posisi terbuka tanpa harus beralih ke kontrak baru. Produk ini umum di pasar crypto luar negeri dan sering kali memungkinkan penggunaan leverage tinggi, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan maupun kerugian. Duffy menyatakan bahwa CME telah bekerja untuk menantang keputusan ini dengan dewan selama berbulan-bulan. Ia menegaskan kepada CNBC, “Saya tidak pernah menghindar dari satu pun, dan saya tidak akan menghindar dari ini.

Reaksi CFTC dan Persetujuan Produk

Reuters melaporkan bahwa seorang juru bicara CFTC menyatakan bahwa agensi tersebut menantikan untuk menangani klaim tersebut dan menyebut rencana gugatan itu “sepele“.

Duffy juga mengkritik CFTC karena bergerak terlalu cepat dalam menyetujui produk yang ia anggap kompleks. Perselisihan ini muncul setelah CFTC memberikan persetujuan pada 29 Mei untuk kontrak BTCPERP Kalshi, sebuah produk bitcoin permanen yang terdaftar oleh pasar kontrak yang ditunjuk. Regulator menyatakan bahwa Kalshi harus menjaga kontrak tersebut sesuai dengan Commodity Exchange Act dan aturan CFTC. Mereka juga menekankan bahwa desain permanen mungkin tidak cocok untuk setiap kelas aset dan menyerukan tinjauan produk jika diperlukan.

Persetujuan Kalshi dan Coinbase

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, Kalshi berhasil mendapatkan persetujuan CFTC untuk meluncurkan kontrak futures permanen Bitcoin pertama di AS, sementara Coinbase juga menerima izin untuk beberapa produk crypto permanen. Menurut laporan sebelumnya, Coinbase telah disetujui untuk menawarkan akses AS ke futures crypto permanen melalui jalur yang terkait dengan Deribit, bursa derivatif yang telah diakuisisi.

Dampak pada Pasar Derivatif AS

Kasus ini menambah tekanan pada pasar derivatif AS yang sudah tegang. Saham CME, Cboe, dan Intercontinental Exchange mengalami penurunan setelah CFTC membuka pintu untuk futures permanen, karena investor mempertimbangkan apakah produk crypto baru ini dapat menarik perdagangan dari pasar futures yang lebih tua. Dalam laporan sebelumnya, Duffy menyebut perps crypto AS sebagai “bencana yang menunggu untuk terjadi“, mengutip masalah seperti leverage, likuidasi otomatis, dan biaya suku bunga pendanaan.

Crypto.news sebelumnya melaporkan bahwa volume perps Kalshi mencapai lebih dari $5,5 miliar segera setelah diluncurkan, menunjukkan mengapa pasar baru ini menarik baik permintaan maupun oposisi. Hasil dari kasus ini dapat membentuk bagaimana bursa mencantumkan derivatif crypto di masa depan, bagaimana acuan digunakan, dan seberapa banyak ruang yang dimiliki pendatang baru terhadap bursa besar yang sudah ada.