GAO Mendesak FDIC Tingkatkan Koordinasi Terkait Risiko Blockchain
Badan Akuntabilitas Pemerintah AS (GAO) telah mendesak Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk meningkatkan koordinasi dengan regulator federal lainnya terkait risiko yang ditimbulkan oleh teknologi blockchain. Dalam surat yang dipublikasikan kepada Ketua FDIC, Travis Hill, pada 15 Juni, GAO menyoroti bahwa produk dan layanan keuangan yang berkaitan dengan blockchain telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka mencatat bahwa regulator saat ini “kurang memiliki mekanisme koordinasi yang berkelanjutan” untuk menangani risiko blockchain, berdasarkan tinjauan yang dilakukan pada tahun 2023. Proses koordinasi yang lebih baik diharapkan dapat membantu lembaga dalam mengidentifikasi risiko dan merespons dengan lebih cepat.
Peran FDIC dalam Dunia Cryptocurrency
Rekomendasi ini muncul seiring dengan peran FDIC yang semakin berkembang dalam dunia cryptocurrency, terutama di bawah Undang-Undang GENIUS. Seperti yang dilaporkan oleh crypto.news pada bulan April, FDIC telah mengusulkan aturan untuk penerbit stablecoin yang beroperasi melalui sistem perbankan. Usulan tersebut mencakup ketentuan mengenai cadangan, penebusan, modal, manajemen risiko, dan standar kustodi.
Dalam kerangka tersebut, simpanan cadangan yang mendukung stablecoin dapat memenuhi syarat untuk asuransi simpanan jika disimpan di bank yang diasuransikan. Namun, pemegang stablecoin tidak akan mendapatkan perlindungan simpanan federal, yang menempatkan FDIC di tengah perdebatan mengenai penerapan aturan bank pada produk pembayaran yang ter-tokenisasi.
Peningkatan Pengawasan dan Rotasi Manajer Kasus
Selain itu, GAO juga mendesak FDIC untuk memperkuat pengawasan terhadap bank. Mereka mengungkapkan bahwa kegagalan bank pada tahun 2023 menimbulkan pertanyaan mengenai kecepatan tindakan regulator ketika institusi menunjukkan masalah likuiditas dan manajemen risiko. Kasus Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate Bank menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai eksposur perbankan terhadap klien cryptocurrency dan teknologi.
GAO juga mengulangi rekomendasi agar FDIC merotasi manajer kasus tertentu yang ditugaskan ke bank. Mereka berpendapat bahwa lembaga tersebut tidak memerlukan rotasi berkala, karena hal ini dapat melemahkan independensi dan mempengaruhi hasil pengawasan. Aturan rotasi yang diusulkan dapat mendukung keputusan berbasis bukti dalam proses eskalasi.
Upaya Kongres dan Lembaga Federal Lainnya
Surat GAO ini muncul di tengah upaya Kongres dan lembaga federal lainnya untuk merumuskan aturan terkait cryptocurrency. Sebelumnya, Komite Perbankan Senat telah memajukan Undang-Undang CLARITY dengan pemungutan suara 15 berbanding 9 pada bulan Mei. RUU tersebut akan membagi pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC serta menciptakan kerangka terpisah untuk stablecoin yang digunakan sebagai alat pembayaran.
FDIC juga telah mengubah pendekatannya terhadap aktivitas cryptocurrency di bank. Pada tahun 2025, lembaga tersebut menyatakan bahwa bank yang diawasi FDIC dapat terlibat dalam aktivitas terkait cryptocurrency tanpa memerlukan persetujuan sebelumnya, asalkan mereka dapat mengelola risikonya dengan baik. Travis Hill, Ketua FDIC, menyatakan bahwa lembaga tersebut telah “mengubah haluan” dari pendekatan sebelumnya.
Pertanyaan dari Pembuat Undang-Undang
Para pembuat undang-undang kini mempertanyakan penerbit stablecoin, tinjauan piagam bank, aturan identifikasi pelanggan, serta perlindungan yang seharusnya diberikan kepada perusahaan cryptocurrency ketika produk mereka menyerupai simpanan. Bagi FDIC, permintaan ini kini bersamaan dengan peraturan stablecoin dan tugas pengawasan bank yang ada.
GAO tidak meminta larangan terhadap produk blockchain, melainkan proses yang memungkinkan lembaga untuk bekerja sama sebelum risiko menyebar di pasar. Surat tersebut menekankan pentingnya pengawasan cryptocurrency sebagai masalah koordinasi, terutama saat stablecoin, piagam bank, dan RUU struktur pasar sedang dibahas di Washington.
Laporan tersebut mencantumkan pengawasan risiko blockchain dan pengawasan bank sebagai dua area yang memerlukan perhatian segera dari FDIC.