Penasihat Trump Patrick Witt Dukung RUU Pajak Cryptocurrency yang Komprehensif

3 jam yang lalu
2 menit baca
3 tampilan

Dukungan Terhadap RUU Pajak Cryptocurrency

Penasihat Trump, Patrick Witt, telah memberikan dukungan terhadap enam RUU pajak cryptocurrency di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat para pembuat undang-undang berupaya memperjelas aturan terkait staking, mining, dan transaksi aset digital. Dalam pernyataan yang diposting di platform X, Witt memuji proposal pajak terbaru dari Komite Cara dan Sarana DPR, dengan menyatakan:

“Kejelasan untuk struktur pasar, paritas untuk pajak. Kerja hebat, Komite Cara dan Sarana.”

Dukungan ini muncul menjelang sidang komite pada 9 Juni yang akan membahas enam langkah pajak cryptocurrency secara terpisah. Alih-alih menggabungkan proposal menjadi satu RUU, para pembuat undang-undang memilih untuk memajukan mereka secara individu, sebuah pendekatan yang memungkinkan beberapa ketentuan untuk disetujui meskipun yang lain mungkin ditolak.

Langkah-Langkah yang Sedang Ditinjau

Di antara langkah-langkah yang sedang ditinjau adalah:

  • Undang-Undang Pengurangan Pekerjaan Pajak untuk Pemilik Aset Digital
  • Undang-Undang Pengurangan Pajak untuk Donasi Aset Digital
  • Undang-Undang Kejelasan Pajak untuk Mining dan Staking
  • Undang-Undang Menyediakan Aturan Analog untuk Aset Digital
  • Undang-Undang Program Pengungkapan Sukarela Aset Digital
  • Undang-Undang Penerapan Aturan Anti-Penyalahgunaan Pajak yang Ada pada Aset Digital

Dokumen komite menunjukkan bahwa undang-undang ini menargetkan beberapa area yang masih belum jelas di bawah panduan pajak yang ada. Perhatian khusus tertuju pada Undang-Undang Kejelasan Pajak untuk Mining dan Staking, yang akan menetapkan kapan hadiah dari staking dan mining menjadi kena pajak. Masalah ini telah menjadi perdebatan di seluruh industri cryptocurrency, karena investor kadang-kadang dapat menghadapi kewajiban pajak pada token yang nilainya kemudian jatuh tajam selama penurunan pasar.

Proposal dan Poin Penting Lainnya

Proposal lain yang menarik perhatian adalah Undang-Undang Pengurangan Pekerjaan Pajak untuk Pemilik Aset Digital. Di bawah aturan Internal Revenue Service (IRS) saat ini, bahkan transaksi cryptocurrency kecil dapat menciptakan peristiwa keuntungan modal yang kena pajak, yang memerlukan pencatatan dan pelaporan. Jika disetujui, langkah ini akan menciptakan pengecualian de minimis untuk transaksi bernilai rendah tertentu, sehingga mengurangi persyaratan pelaporan untuk pembayaran cryptocurrency sehari-hari.

RUU tambahan akan memperjelas perlakuan pajak untuk donasi aset digital, menerapkan ketentuan anti-penyalahgunaan pada cryptocurrency, dan menetapkan program pengungkapan sukarela bagi wajib pajak yang ingin memperbaiki pengajuan terkait cryptocurrency sebelumnya.

Saksi dan Dukungan Lainnya

Saksi yang dijadwalkan hadir pada sidang 9 Juni termasuk perwakilan dari Coinbase, Fidelity Investments, Coin Center, Crypto Council, dan The Digital Chamber, menurut informasi dari komite. Dukungan Witt untuk paket pajak ini mengikuti pembelaannya baru-baru ini terhadap Undang-Undang CLARITY, proposal besar lainnya terkait aset digital yang saat ini sedang diproses di Kongres.

Selama pertemuan publik Blockchain Association yang dilaporkan oleh crypto.news minggu lalu, Witt berargumen bahwa Undang-Undang CLARITY akan memperkuat pengawasan regulasi sambil tetap sejalan dengan tujuan penegakan hukum. Komentarnya muncul saat para kritikus mempertanyakan apakah bagian-bagian dari RUU tersebut dapat mempersulit upaya untuk memerangi keuangan ilegal, sementara para pendukung berpendapat bahwa undang-undang tersebut akan menempatkan lebih banyak aktivitas cryptocurrency di bawah pengawasan federal.

Perkembangan di Capitol Hill

Di tempat lain di Capitol Hill, Senator Cynthia Lummis telah mendesak para pembuat undang-undang untuk bergerak cepat dalam undang-undang aset digital. Menurut pembaruan pasar terbaru, Lummis memperingatkan bahwa Kongres mungkin tidak memiliki kesempatan berarti lain untuk meloloskan aturan cryptocurrency yang komprehensif hingga 2030 jika upaya saat ini gagal. Senator tersebut juga menunjukkan bahwa pemungutan suara Senat tentang Undang-Undang CLARITY kini lebih mungkin dilakukan sebelum masa reses Agustus daripada sebelum 4 Juli.

RUU tersebut sebelumnya telah disetujui oleh Komite Perbankan Senat dengan suara 15-9 dan sejak itu telah dimasukkan ke dalam Kalender Legislatif Senat, sementara para negosiator terus mendiskusikan revisi. Dengan undang-undang pajak yang maju di DPR dan undang-undang struktur pasar yang berkembang di Senat, para pembuat undang-undang secara bersamaan mempertimbangkan dua inisiatif kebijakan cryptocurrency yang paling signifikan yang saat ini sedang dipertimbangkan di Washington.