Rancangan Undang-Undang Cryptocurrency Terus Menghadapi Penolakan dari Elizabeth Warren Menjelang Momen Krusial

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Penolakan Terhadap Ketentuan Etika dalam Rancangan Undang-Undang Cryptocurrency

Staf Senator Elizabeth Warren, yang merupakan anggota senior dari Partai Demokrat di Komite Perbankan Senat, sedang menyuarakan penolakan terhadap ketentuan etika terbaru yang terdapat dalam rancangan undang-undang cryptocurrency yang telah direvisi. Penolakan ini terjadi meskipun Partai Republik di Senat telah memberikan konsesi signifikan.

Argumen Staf Komite Perbankan

Menurut laporan dari Punchbowl News yang ditulis oleh Brendan Pedersen, staf Komite Perbankan Warren berpendapat bahwa kekuasaan penegakan baru yang diberikan kepada jaksa agung negara bagian sebagian besar bersifat ilusi. Mereka menilai bahwa mekanisme penegakan di tingkat negara bagian yang baru ini tidak cukup untuk memberikan cara yang benar-benar independen dalam menegakkan pembatasan yang ada.

Perselisihan Etika dan Tantangan Lainnya

Di antara argumen yang diajukan, mereka menyatakan bahwa pembatasan pada penerbitan atau sponsor aset digital umumnya akan berlaku untuk aset yang diluncurkan setelah ketentuan tersebut mulai berlaku. Perselisihan etika ini bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi oleh Clarity Act. Sebuah koalisi bipartisan yang terdiri dari 18 jaksa agung negara bagian, yang dipimpin oleh Jaksa Agung New York, Letitia James, mendesak para pembuat undang-undang untuk tidak meloloskan legislasi tersebut. Kelompok ini berargumen bahwa undang-undang tersebut dapat melemahkan kemampuan negara bagian dalam mengejar penipuan terkait cryptocurrency. Intervensi mereka datang hanya sehari sebelum pemungutan suara prosedural.

Ketidakpuasan dari Bank dan Industri Cryptocurrency

Bank-bank juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap legislasi yang telah direvisi. Delapan kelompok perdagangan perbankan mengkritik penambahan “pemutus sirkuit” yang dirancang untuk mengatasi kekhawatiran bahwa imbalan stablecoin dapat menguras simpanan dari bank komunitas. Beberapa bagian dari industri cryptocurrency juga merasa tidak senang. Teks terbaru mempersempit perlindungan yang terdapat dalam Blockchain Regulatory Certainty Act (BRCA). Perubahan ini telah menuai kritik dari sejumlah advokat kebijakan cryptocurrency.

Pernyataan Senator Susan Collins

Senator Susan Collins dari Maine, seorang Republikan, menyatakan bahwa dia belum memutuskan apakah akan mendukung Clarity Act. Collins menggambarkan legislasi tersebut sebagai “target yang bergerak”. “Ini lebih dari 600 halaman, dengan ketentuan etika baru di dalamnya, dan ketentuan lain yang perlu saya tinjau, seperti apakah ini akan menyebabkan bank komunitas kehilangan simpanan,” ujarnya, menurut Pedersen. Clarity Act menuju apa yang bisa menjadi momen paling berbahaya hingga saat ini.