Debanking di AS: Tekanan Pemerintah dan Dampaknya Terhadap Perusahaan Cryptocurrency

6 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Laporan Cato Institute tentang Debanking di Amerika Serikat

Laporan dari Cato Institute mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus debanking di Amerika Serikat disebabkan oleh tekanan pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan cryptocurrency menjadi salah satu yang paling terdampak, dan laporan ini mendorong Kongres untuk melakukan reformasi terhadap undang-undang perbankan yang ada.

Temuan Utama Laporan

Menurut studi tersebut, mayoritas kasus debanking bukanlah hasil dari keputusan independen lembaga keuangan, melainkan akibat intervensi pemerintah. Laporan ini membedakan antara debanking yang disebabkan oleh pemerintah dan penutupan akun yang bersifat politik, religius, atau operasional. Dalam hal ini, perusahaan cryptocurrency diidentifikasi sebagai entitas yang paling terpengaruh, di mana regulator menggunakan risiko regulasi untuk mencegah bank melayani sektor ini.

Temuan ini bertentangan dengan narasi umum yang mengaitkan penutupan akun dengan bias politik atau religius oleh bank.

Bentuk-Bentuk Debanking

Laporan ini menguraikan beberapa bentuk debanking:

  • Debanking politik atau religius: Penutupan akun berdasarkan keyakinan atau afiliasi.
  • Debanking operasional: Pengakhiran hubungan dengan pelanggan karena alasan bisnis.
  • Debanking pemerintah: Intervensi oleh otoritas untuk memutuskan hubungan dengan klien tertentu.

Catatan publik menunjukkan adanya intervensi berulang oleh pejabat dalam pasar keuangan untuk mempengaruhi bagaimana bank mengelola hubungan dengan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan cryptocurrency muncul secara mencolok dalam laporan ini, di mana mereka melaporkan kesulitan dalam mengakses layanan perbankan. Hal ini memicu spekulasi bahwa regulator berusaha membatasi sektor ini melalui tekanan informal, bukan larangan eksplisit.

Debanking Pemerintah

Debanking pemerintah biasanya terjadi dalam dua bentuk:

  1. Tindakan langsung: Seperti surat resmi atau perintah pengadilan yang menginstruksikan bank untuk mengakhiri akun.
  2. Tekanan tidak langsung: Diterapkan melalui regulasi atau legislasi yang membuat klien tertentu terlalu berisiko untuk dilayani oleh bank.

Laporan tersebut mengutip tindakan oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), yang mengirim surat mendesak bank untuk menghentikan aktivitas terkait cryptocurrency tanpa memberikan garis waktu atau tindak lanjut yang jelas, sehingga secara efektif memaksa penutupan akun.

Pernyataan dari Eksekutif Perbankan

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menyatakan pada bulan Desember bahwa bank tidak menutup akun berdasarkan pandangan politik atau religius, namun mengakui bahwa tekanan dari kedua partai politik besar di AS telah mempengaruhi keputusan perbankan. Pada waktu yang sama, Jack Mallers, CEO Strike, mengungkapkan bahwa JPMorgan menutup akun pribadinya tanpa penjelasan. Klaim serupa juga disampaikan oleh eksekutif di ShapeShift.

Rekomendasi untuk Reformasi

Laporan ini berargumen bahwa tindakan eksekutif di bawah Presiden Donald Trump dan perubahan kepemimpinan di lembaga seperti Securities and Exchange Commission telah menangani beberapa kekhawatiran, tetapi tidak cukup untuk memberikan solusi yang berkelanjutan. Studi ini menekankan bahwa Kongres memegang kunci untuk reformasi dengan mengubah Bank Secrecy Act, mengakhiri regulasi risiko reputasi, dan mencabut aturan kerahasiaan yang melindungi tekanan pemerintah dari pengawasan publik. Tindakan Kongres diperlukan untuk menghapus alat yang memungkinkan lembaga pemerintah mempengaruhi keputusan bank, menurut kesimpulan laporan tersebut.