Senat AS Memajukan RUU Perumahan dengan Larangan CBDC, Didukung oleh Gedung Putih

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Pembahasan Paket Perumahan Bipartisan di Senat AS

Senat AS pada hari Senin melanjutkan pembahasan paket perumahan bipartisan yang luas, yang mencakup ketentuan melarang penerbitan mata uang digital bank sentral (CBDC). Langkah ini merupakan kombinasi yang tidak biasa, mengaitkan kebijakan aset digital dengan debat yang biasanya berfokus pada pasokan dan keterjangkauan perumahan. Para pembuat undang-undang memberikan suara 84–6 untuk memajukan Undang-Undang ROAD ke Perumahan Abad ke-21, menurut kepala biro kongres Semafor, Burgess Everett.

Isi RUU dan Ketentuan CBDC

RUU ini merupakan langkah kompromi yang menggabungkan inisiatif perumahan yang telah ada sejak lama dengan ketentuan yang diminta oleh Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk larangan terhadap dolar digital yang diterbitkan oleh Federal Reserve hingga akhir 2030. Ketentuan mengenai CBDC muncul dalam bagian terpisah dari RUU, yang menyematkan batasan pada dolar digital AS dalam konteks perumahan utama, bukan sebagai undang-undang kripto yang berdiri sendiri.

“Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve atau Bank Federal Reserve tidak boleh menerbitkan atau menciptakan mata uang digital bank sentral, atau aset digital yang secara substansial mirip dengan mata uang digital bank sentral, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga keuangan atau perantara lainnya,”

bunyi teks RUU tersebut.

Dukungan dan Reaksi Terhadap RUU

Ketentuan ini dilaporkan ditambahkan atas desakan konservatif di DPR, yang telah mendesak kepemimpinan untuk mengamankan larangan CBDC sebagai bagian dari kompromi sebelumnya mengenai langkah-langkah terkait kripto. Gedung Putih dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang mendukung legislasi tersebut, menyoroti baik ketentuan keterjangkauan perumahan maupun pembatasan CBDC, dalam langkah yang tidak biasa bagi Demokrat, yang umumnya menolak upaya untuk mencegah Federal Reserve mempelajari atau mengembangkan dolar digital.

“Jika Amandemen Senat terhadap H.R. 6644 disajikan kepada Presiden dalam bentuknya saat ini, penasihatnya akan merekomendasikan agar dia menandatanganinya menjadi undang-undang,”

menurut tangkapan layar pernyataan Gedung Putih yang diberikan oleh reporter senior dan penulis bersama VAULT dari PunchbowlNews, Brendan Pedersen.

Pernyataan Pejabat Federal Reserve dan Fokus pada Perumahan

Pejabat Federal Reserve sebelumnya telah menyatakan bahwa bank sentral tidak akan menerbitkan CBDC tanpa otorisasi eksplisit dari Kongres, dan para pembuat kebijakan telah membingkai pekerjaan yang sedang berlangsung sebagai eksplorasi, bukan komitmen untuk meluncurkan mata uang digital. Para advokat perumahan telah fokus pada cakupan luas RUU tersebut, yang mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan perumahan, membatasi kepemilikan institusional rumah satu keluarga, dan memperlancar program pengembangan serta pembiayaan. Namun, termasuknya kebijakan mata uang digital telah menarik perhatian baru dari kalangan keuangan dan teknologi, di mana perdebatan tentang privasi, pengawasan, dan peran pemerintah dalam pembayaran tetap belum terpecahkan. RUU tersebut masih harus disesuaikan dengan DPR sebelum mencapai meja presiden, dan masih belum jelas apakah ketentuan CBDC akan bertahan dalam negosiasi akhir.