Peringatan Nick Szabo: Hindari Penggunaan Blockchain untuk Pesan

11 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Peringatan dari Nick Szabo tentang Bitcoin

Saat jaringan Bitcoin bersiap untuk menambang koin ke-20 juta pada bulan Maret ini, kriptografer legendaris Nick Szabo mengeluarkan peringatan penting. Ia menyoroti bahwa pembaruan populer seperti SegWit dan Taproot telah mengubah protokol keuangan yang sebelumnya memiliki kekebalan hukum, sehingga menjadikan operator node sebagai penjaga konten ilegal yang tidak diinginkan.

Perselisihan tentang Fungsi Bitcoin

Di tengah perdebatan ini, terdapat perselisihan mengenai apakah Bitcoin hanya sekadar emas digital atau dapat berfungsi sebagai “tempat pembuangan data terdesentralisasi” yang, menurut Szabo dan para pendukungnya, dapat dengan mudah dinyatakan ilegal oleh pemerintah.

Dalam pos terbarunya di X, Szabo mengingatkan bahwa komunitas sering kali salah memahami dasar-dasar yang diletakkan oleh pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto.

Ia menjelaskan bahwa istilah “pesan” dalam buku putih Bitcoin adalah istilah pemrograman teknis yang tidak pernah dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Bitcoin berfungsi sebagai pengirim pesan atau arsip. Oleh karena itu, inskripsi — kemampuan untuk mentransmisikan gambar dan file lainnya melalui blockchain Bitcoin yang bukan merupakan transaksi — dalam pandangannya adalah jebakan regulasi. Mengeksploitasi kode dengan cara ini dapat merusak keamanan.

Implikasi Hukum dari Konten Ilegal

Menurut Szabo, blockchain bersifat tidak dapat diedit, dan jika konten ilegal ditulis ke dalamnya, konten tersebut akan tetap ada di disk semua operator node selamanya. Mereka tidak dapat menghapusnya, yang membuat setiap pemegang node rentan secara hukum di mata negara.

Istilah yang dominan dalam buku putih adalah “transaksi.” Bitcoin, menurut Satoshi, berfungsi untuk memperoleh, meneruskan, dan menyimpan transaksi secara redundan. Ketika istilah “pesan” digunakan dalam buku putih, itu hanya merujuk pada sub-protokol yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi transaksi antar node.

Konflik di Antara Para Pengembang Bitcoin

Pernyataan ini berkaitan langsung dengan konflik yang sedang berlangsung di antara para pengembang Bitcoin. Di satu sisi terdapat minimalis, seperti Szabo dan Adam Back, yang berpendapat bahwa blockchain adalah sumber daya berharga dan terbatas. Mereka menganggap bahwa data yang bukan transfer moneter, seperti gambar, token BRC-20, dan inskripsi, adalah spam.

Di sisi lain terdapat maksimalis utilitas, termasuk pengembang ordinal, yang percaya bahwa jika seorang pengguna bersedia membayar biaya, mereka memiliki hak untuk menulis apa pun ke dalam blockchain. Bagi mereka, Bitcoin lebih merupakan “pasar bebas.”

Kesimpulan

Intinya, perselisihan ini bukanlah sesuatu yang harus diselesaikan segera. Ini lebih merupakan pertarungan untuk masa depan Bitcoin: apakah ia akan tetap menjadi instrumen keuangan murni atau akan bertransformasi menjadi arsip data global, yang menurut penentang arah perkembangan ini, dapat menarik perhatian dari pihak berwenang.