Agensi Perbankan Federal Menjelaskan Aturan Modal untuk Sekuritas Ter-tokenisasi: Pendekatan Netral terhadap Teknologi

11 jam yang lalu
2 menit baca
6 tampilan

Regulasi Sekuritas Ter-Tokenisasi oleh Regulator Perbankan Federal

Regulator perbankan federal pada hari Kamis menyatakan bahwa sekuritas ter-tokenisasi seharusnya umumnya menerima perlakuan modal yang sama dengan rekan-rekan tradisionalnya. Hal ini menegaskan bahwa aturan modal bank yang ada tetap netral terhadap teknologi, bahkan ketika blockchain terlibat. Penjelasan ini disampaikan melalui rilis bersama dari tiga regulator kunci: Federal Reserve Board, Federal Deposit Insurance Corporation, dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

Panduan dan Perlakuan Modal

Agensi-agensi tersebut mengeluarkan serangkaian pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) yang menjelaskan bagaimana bank harus memperlakukan sekuritas yang hak kepemilikannya diwakili pada teknologi buku besar terdistribusi, yang umumnya disebut sebagai sekuritas ter-tokenisasi. Dalam istilah sederhana, regulator menyatakan bahwa keberadaan blockchain tidak secara otomatis mengubah perlakuan terhadap sekuritas di bawah aturan modal bank.

“Sebuah sekuritas sering disebut sebagai ‘ter-tokenisasi’ ketika hak kepemilikan dalam sekuritas tersebut diwakili menggunakan teknologi buku besar terdistribusi,” kata agensi dalam panduan bersama.

FAQ tersebut menjelaskan bahwa sekuritas ter-tokenisasi yang memenuhi syarat seharusnya umumnya diperlakukan dengan cara yang sama seperti versi non-ter-tokenisasi di bawah aturan modal. Pesan dari regulator sangat jelas: teknologi itu sendiri tidak menentukan perlakuan regulasi. Persyaratan modal didasarkan pada eksposur yang mendasari dan hak hukum dari aset, bukan pada apakah aset tersebut berada di buku besar konvensional atau jaringan blockchain.

Praktik Manajemen Risiko dan Jaminan Keuangan

Artinya, bank yang memegang sekuritas ter-tokenisasi tetap harus mengikuti pedoman yang sama yang digunakan untuk instrumen keuangan tradisional. Regulator menekankan bahwa institusi harus menerapkan praktik manajemen risiko yang baik dan mematuhi undang-undang perbankan yang ada serta persyaratan regulasi.

Agensi juga membahas apakah sekuritas ter-tokenisasi dapat memenuhi syarat sebagai jaminan keuangan di bawah aturan modal bank. Jawaban mereka: mungkin ya, asalkan aset tersebut memenuhi kriteria yang sama yang diterapkan pada sekuritas tradisional. Untuk memenuhi syarat sebagai jaminan keuangan, bank harus mempertahankan kepentingan keamanan prioritas pertama yang sempurna atau ekuivalennya secara hukum.

Desain Blockchain dan Perlakuan Regulasi

Jika kondisi tersebut terpenuhi, sekuritas ter-tokenisasi yang memenuhi syarat dapat diakui sebagai jaminan keuangan dan dapat berfungsi sebagai mitigasi risiko kredit, dengan tunduk pada pemotongan regulasi yang sama yang digunakan untuk sekuritas konvensional.

Pertanyaan lain yang ditangani regulator melibatkan desain blockchain—khususnya apakah aset yang diterbitkan di jaringan yang diizinkan atau tidak diizinkan menerima perlakuan regulasi yang berbeda. Agensi menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam aturan modal berdasarkan jenis blockchain. Dengan kata lain, apakah obligasi ter-tokenisasi atau saham berada di blockchain perusahaan swasta atau jaringan publik tidak mengubah cara bank menghitung eksposur modal.

Faktor penentu tetap merupakan struktur hukum dari sekuritas itu sendiri.

Kesimpulan dan Implikasi untuk Bank

Penjelasan ini datang saat lembaga keuangan semakin menjelajahi tokenisasi aset mulai dari obligasi pemerintah hingga ekuitas dan dana. Dengan menegaskan bahwa sekuritas ter-tokenisasi dapat diperlakukan sama dengan instrumen tradisional di bawah aturan modal, regulator menghapus lapisan ketidakpastian yang telah melayang di atas adopsi sistem buku besar terdistribusi oleh bank.

Panduan agensi berlaku khusus untuk sekuritas yang memberikan hak hukum yang identik dengan yang terkait dengan bentuk tradisionalnya. Aset ter-tokenisasi yang tidak memberikan kepemilikan atau klaim hukum yang setara berada di luar lingkup penjelasan ini. Meskipun panduan ini tidak menciptakan kerangka regulasi baru untuk sekuritas berbasis blockchain, ini mengonfirmasi bahwa aturan perbankan yang ada cukup fleksibel untuk mengakomodasi representasi digital dari aset tradisional. Bagi bank yang mempertimbangkan strategi tokenisasi, kesimpulannya sederhana: jika haknya cocok, perlakuan modal kemungkinan juga akan demikian.