Pelari Olimpiade CJ Ujah Hadapi Tuduhan Penipuan Cryptocurrency
Pelari Olimpiade Inggris, CJ Ujah, bersama sembilan individu lainnya, muncul di hadapan pengadilan Inggris pada 28 Mei dengan tuduhan terkait skema penipuan cryptocurrency terorganisir. Ujah, yang sebelumnya dinyatakan positif menggunakan zat terlarang di Olimpiade Tokyo, kini juga menghadapi potensi tuduhan terkait penyediaan ganja.
Skema Penipuan yang Rumit
Menurut laporan, Ujah termasuk di antara sepuluh individu yang terlibat dalam penipuan tersebut dan hadir di Chelmsford Crown Court pada 28 Mei. Jaksa menuduh Ujah dan rekan-rekannya menjalankan skema rumit yang melibatkan panggilan telepon kepada korban dengan menyamar sebagai petugas polisi atau perwakilan perusahaan cryptocurrency. Geng ini diduga menipu korban yang ditargetkan untuk mengungkapkan frasa benih mereka, yang kemudian digunakan untuk menguras aset digital dari dompet mereka. Dalam satu kasus, seorang korban dilaporkan kehilangan $403,500 (£300,000), menurut jaksa.
Karier Atlet yang Terpuruk
Penampilan Ujah di pengadilan menandai titik terendah baru bagi atlet tersebut, yang merupakan Briton kelima yang memecahkan batas 10 detik dalam lari 100 meter dengan catatan waktu 9,96 detik sekitar 12 tahun yang lalu. Setelah membantu Inggris meraih medali emas estafet 4×100 meter di Kejuaraan Atletik Dunia 2017 di London, Ujah juga menjadi bagian dari tim estafet 4×100 meter yang meraih perak di Olimpiade Tokyo. Namun, ia kemudian dinyatakan positif menggunakan dua zat terlarang, yang mengakibatkan pencabutan medali Olimpiade tim Inggris. Meskipun ia dibebaskan dari tuduhan sengaja menggunakan zat terlarang, Ujah, yang kini berusia 32 tahun, belum berkompetisi sejak April 2025.
Proses Hukum yang Berlanjut
Setelah penampilan di pengadilan, empat terdakwa — Brandon Mingeli, Louis Richards-Miller, Joseph Umoru, dan Jami Durston — ditahan, sementara enam lainnya, termasuk Ujah, dibebaskan dengan jaminan. Mereka semua diharapkan kembali ke pengadilan pada 24 Juli. Selain itu, seorang warga negara China telah dihukum di Inggris karena menjadi otak skema penipuan cryptocurrency yang menipu lebih dari 128.000 orang.