Senat Demokrat Menuntut Penyelidikan Terhadap Kesepakatan Crypto UAE yang Melibatkan Trump

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Penyelidikan Terhadap Investasi Terkait Trump

Para pembuat undang-undang dari Partai Demokrat meminta kesaksian dari pejabat pemerintahan Trump dan ingin menyelidiki apakah investasi tersebut mempengaruhi keputusan kebijakan AS, termasuk kesepakatan senjata dan chip kecerdasan buatan dengan Uni Emirat Arab (UAE).

Kesepakatan Investasi yang Mencurigakan

Sekelompok senator Demokrat AS menyerukan penyelidikan kongres formal terhadap kesepakatan investasi senilai $500 juta yang dilaporkan melibatkan World Liberty Financial, sebuah platform cryptocurrency yang terkait dengan Presiden AS Donald Trump, serta sebuah perusahaan investasi yang didukung oleh Abu Dhabi. Para senator mendesak pemimpin Republik di Senat untuk segera mengadakan sidang dan meminta pejabat pemerintahan Trump untuk bersaksi di bawah sumpah mengenai transaksi tersebut dan implikasinya terhadap keamanan nasional AS.

Detail Investasi dan Implikasinya

Permintaan ini muncul setelah laporan bahwa sebuah perusahaan investasi yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab dan anggota keluarga penguasa Abu Dhabi, mengakuisisi 49% saham di World Liberty Financial pada Januari 2025. Investasi tersebut dilaporkan mencapai sekitar $500 juta dan menarik perhatian karena keputusan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Trump setelahnya.

Para senator Demokrat berpendapat bahwa kekhawatiran meningkat setelah Amerika Serikat menyetujui kesepakatan senjata dan chip kecerdasan buatan dengan UAE hanya beberapa bulan setelah investasi yang dilaporkan. Menurut para pembuat undang-undang, persetujuan ini diberikan meskipun ada peringatan dari pejabat keamanan nasional bahwa teknologi AI yang canggih dapat berpotensi diakses oleh China melalui kemitraan regional.

Kekhawatiran dan Tanggapan

Sementara Presiden Trump menyatakan bahwa ia tidak mengetahui transaksi World Liberty Financial, para kritikus berpendapat bahwa waktu kejadian tersebut memerlukan pemeriksaan lebih mendalam. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada kepemimpinan Republik di Senat, para senator menegaskan kekhawatiran mereka bahwa UAE mungkin telah menerima perlakuan yang menguntungkan setelah berinvestasi di perusahaan yang terkait dengan keluarga presiden.

Mereka berargumen bahwa Kongres memiliki tanggung jawab untuk menentukan apakah investasi tersebut mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pemerintahan Trump dan apakah kepentingan keamanan nasional AS telah terkompromikan.

Regulasi Cryptocurrency yang Dipertanyakan

Para pembuat undang-undang juga mengungkapkan kekhawatiran tentang pendekatan pemerintahan terhadap regulasi cryptocurrency. Mereka menunjuk pada upaya yang mereka klaim telah melemahkan penegakan, termasuk pengecualian untuk penyedia layanan cryptocurrency tertentu dari regulasi keuangan dan pembubaran unit penegakan cryptocurrency yang didedikasikan di Departemen Kehakiman.

Surat tersebut ditandatangani oleh Senator Elizabeth Warren, Richard Blumenthal, Gary Peters, Dick Durbin, dan Ron Wyden, yang semuanya sebelumnya telah mengungkapkan kekhawatiran tentang hubungan antara kekuasaan politik dan industri cryptocurrency. Ini mengikuti beberapa penyelidikan sebelumnya yang melibatkan World Liberty Financial.

Senator Warren sebelumnya meminta Departemen Keuangan untuk memeriksa apakah investasi UAE harus ditinjau oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat.

Penyelidikan Formal Diperlukan

Demokrat juga mempertanyakan keputusan regulasi yang melibatkan pengusaha cryptocurrency Justin Sun, seorang pendukung utama World Liberty Financial, dan baru-baru ini meluncurkan penyelidikan terhadap beberapa pengampunan presiden, termasuk yang diberikan kepada co-founder Binance, Changpeng Zhao.

Kini, para Demokrat percaya bahwa penyelidikan formal diperlukan untuk menentukan apakah investasi asing yang terhubung dengan usaha cryptocurrency yang terkait dengan Trump telah mempengaruhi keputusan pemerintah atau menciptakan risiko bagi keamanan nasional AS.