Dukungan 75.000 Pemegang XRP Bantu Ripple Hadapi Tekanan SEC, Kata Deaton

3 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Apresiasi John Deaton terhadap Pemegang XRP

John Deaton mengapresiasi 75.000 pemegang XRP yang telah membantu eksekutif Ripple menahan tekanan selama perjuangan hukum perusahaan dengan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Dalam sebuah postingan pada 12 Juli, pengacara kripto tersebut memuji CEO Brad Garlinghouse dan Ketua Eksekutif Chris Larsen karena menolak untuk menyelesaikan kasus lebih awal. Ia juga menuduh pengacara SEC menggunakan taktik untuk memaksa kesepakatan.

Komentar dan Tanggapan

Komentarnya muncul setelah pernyataan Garlinghouse bahwa Ripple mempertimbangkan untuk tutup setelah agensi tersebut mengajukan keluhan pada Desember 2020. Deaton menanggapi komentar dari salah satu pendiri Ripple, David Schwartz, yang mengatakan bahwa pengacara luar pernah menganggap perusahaan itu “tidak dapat diselamatkan.” Schwartz menyarankan bahwa menyebut Garlinghouse dan Larsen secara pribadi mungkin telah mendorong mereka untuk melindungi diri mereka melalui penyelesaian terpisah. “David 100% benar,” kata Deaton.

Pernyataan Jay Clayton

Sebelumnya, dalam gugatan oleh Jay Clayton, ia diwawancarai oleh Joe Grundfest. Jay Clayton menyatakan bahwa terkadang bijaksana untuk menggugat eksekutif individu dari sebuah perusahaan, bahkan dalam tindakan penegakan non-kecurangan. Grundfest menyatakan bahwa akun tersebut menggambarkan nasihat internal dan pandangan pribadi, tetapi tidak menetapkan motif SEC untuk mengajukan klaim terhadap kedua eksekutif. Garlinghouse telah menyatakan bahwa Ripple malah menghabiskan sekitar $150 juta untuk membela bisnis dan melindungi ratusan pekerjaan.

Peran Deaton dalam Kasus

Deaton terlibat dalam kasus ini setelah mengorganisir pemegang XRP yang menentang perlakuan SEC terhadap token tersebut. Seorang hakim federal memberinya izin untuk berpartisipasi sebagai amicus, memungkinkannya untuk menyampaikan argumen dari pemegang yang membeli atau menggunakan XRP dengan cara yang berbeda. Grupnya berargumen bahwa transaksi pasar sekunder tidak seharusnya secara otomatis menerima perlakuan hukum yang sama seperti penjualan institusional Ripple. Mereka juga mengajukan pernyataan tentang alasan pembelian dan penggunaan yang tidak terkait dengan investasi.

Kontribusi Komunitas

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, penasihat umum Ripple, Deborah McCrimmon, mengatakan bahwa anggota komunitas telah menyediakan penelitian dan catatan yang menghemat perusahaan jutaan dolar dalam biaya hukum. Deaton juga menyatakan bahwa pernyataan pemegang membantu menunjukkan bahwa banyak pembeli tidak bergantung pada janji Ripple. Pengadilan tidak memutuskan bahwa 75.000 pemegang saja yang memutuskan kasus ini; peran mereka membentuk satu bagian dari catatan yang lebih besar yang melibatkan kontrak penjualan, pemasaran, dan harapan pembeli.

Taktik SEC dan Tanggapan Deaton

Deaton juga mengomentari upaya SEC untuk mendapatkan tahun-tahun catatan keuangan pribadi dari Garlinghouse dan Larsen. Pada tahun 2021, seorang hakim magistrat memblokir subpoena yang meminta informasi perbankan yang luas setelah menemukan bahwa regulator tidak menunjukkan bahwa catatan tersebut relevan. Para eksekutif telah setuju untuk memberikan catatan yang terkait dengan transaksi XRP mereka, menurut laporan dari kasus tersebut.

Postingan Deaton menyebut permintaan tersebut sebagai “taktik intimidasi” dan menggambarkan beberapa pengacara SEC sebagai “bermasalah secara etika.” Frasa-frasa tersebut mencerminkan tuduhan Deaton, bukan temuan pengadilan dalam tindakan Ripple.

Hasil Gugatan Ripple

Gugatan Ripple menghasilkan hasil yang terpecah. Hakim Analisa Torres memutuskan pada tahun 2023 bahwa penjualan XRP programatik Ripple di bursa publik tidak memenuhi syarat sebagai transaksi sekuritas berdasarkan fakta yang disajikan, tetapi memutuskan bahwa penjualan institusional melanggar undang-undang sekuritas federal. SEC kemudian membatalkan klaim yang tersisa terhadap Garlinghouse dan Larsen sebelum persidangan, mengakhiri paparan pribadi mereka dalam tindakan tersebut.

Pengadilan menjatuhkan denda sipil sebesar $125 juta dan perintah larangan terhadap Ripple pada tahun 2024. Ripple dan SEC kemudian meminta denda yang lebih rendah dan penghapusan perintah larangan, tetapi Torres menolak permintaan itu. Kedua belah pihak membatalkan banding mereka pada Agustus 2025, meninggalkan putusan akhir tetap utuh. Deskripsi Deaton tentang “kemenangan” secara keseluruhan mencerminkan pembacaan yang menguntungkan dari hasil hukum yang campur aduk.