Monaco Mengusulkan Perombakan Aturan Cryptocurrency dengan Kerangka Kerja yang Selaras dengan MiCA

5 jam yang lalu
2 menit baca
6 tampilan

Pemerintah Monaco Ajukan Rancangan Undang-Undang Baru untuk Regulasi Cryptocurrency

Pemerintah Monaco telah mengajukan rancangan undang-undang untuk menggantikan rezim regulasi cryptocurrency yang ada sejak 2022 dengan kerangka lisensi baru. Kerangka ini akan menempatkan penyedia layanan aset cryptocurrency di bawah persyaratan otorisasi, tata kelola, dan kepatuhan yang lebih ketat.

Rancangan undang-undang No. 1131 secara resmi diajukan ke Dewan Nasional Monaco pada 6 Agustus, dan dirancang untuk mendekatkan aturan cryptocurrency di Monaco dengan Regulasi Pasar dalam Aset Crypto (MiCA) Uni Eropa serta standar yang ditetapkan oleh Financial Action Task Force (FATF).

Tujuan dan Implikasi Rancangan Undang-Undang

Jika disetujui, undang-undang ini akan menggantikan bagian penting dari sistem yang diperkenalkan melalui Undang-Undang No. 1.528 pada Juli 2022, sambil memberikan peran yang lebih besar kepada regulator keuangan Monaco dalam menyetujui dan mengawasi perusahaan yang menawarkan layanan cryptocurrency.

Usulan ini muncul di tengah pengawasan yang meningkat terhadap kontrol anti-pencucian uang di Monaco. FATF terus memasukkan Monaco dalam daftar yurisdiksi yang berada di bawah pemantauan lebih ketat, yang dikenal sebagai daftar abu-abu FATF, sementara Uni Eropa mengklasifikasikan Monaco sebagai negara ketiga berisiko tinggi terkait pencucian uang dan pendanaan teroris.

Persyaratan dan Proses Otorisasi

Di bawah kerangka yang diusulkan, perusahaan yang ingin menyediakan layanan aset cryptocurrency yang diatur harus mendapatkan otorisasi dari Commission de Contrôle des Activités Financières (CCAF). Rancangan undang-undang ini secara jelas menetapkan layanan cryptocurrency yang dapat disediakan di Monaco dan menambahkan persyaratan yang mencakup tata kelola perusahaan, perlindungan prudensial, dan perilaku profesional.

Oleh karena itu, perusahaan akan menghadapi pemeriksaan regulasi tidak hanya pada layanan yang mereka tawarkan, tetapi juga pada bagaimana bisnis mereka diorganisir dan dioperasikan. Sebelum lisensi dapat dikeluarkan, aplikasi juga akan menjalani tinjauan yang melibatkan dua otoritas Monegasque lainnya.

Autorité Monégasque de Sécurité Financière akan menilai masalah keamanan keuangan yang relevan, sementara Agence Monégasque de Sécurité Numérique akan berpartisipasi dalam tinjauan persyaratan keamanan siber.

Kekuasaan dan Pengawasan CCAF

Selain perannya dalam otorisasi, CCAF akan menerima kekuasaan pengawasan dan penegakan tambahan di bawah rancangan undang-undang tersebut. Pemerintah Monaco mengaitkan kontrol tambahan ini dengan upaya untuk memperkuat kepatuhan dan mengurangi risiko pencucian uang serta aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Model ini akan membawa Monaco lebih dekat ke pendekatan berbasis otorisasi yang digunakan di bawah MiCA, meskipun Monaco bukan negara anggota Uni Eropa. Di bawah kerangka UE, penyedia layanan aset cryptocurrency harus mendapatkan otorisasi sebelum menyediakan layanan yang diatur dan mematuhi persyaratan yang mencakup tata kelola, perlindungan klien, kontrol prudensial, dan perilaku.

Perubahan dalam Struktur Regulasi

Rancangan undang-undang No. 1131 akan mengatur ulang struktur tersebut di sekitar daftar layanan cryptocurrency yang diatur yang lebih jelas dan proses otorisasi CCAF. Aturan yang diusulkan juga akan memasukkan kewajiban tata kelola, perlindungan keuangan, dan perilaku langsung ke dalam kerangka regulasi yang mengatur penyedia.

Persyaratan yang sebanding telah menjadi pusat lisensi di seluruh UE. Pada akhir Juni, data lisensi MiCA menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 bisnis cryptocurrency telah terdaftar di seluruh Eropa sebelum rezim baru, sementara hanya 194 yang telah mendapatkan otorisasi pada Mei 2026.

Pengawasan Internasional dan Tantangan

Pemerintah Monaco telah menyajikan pengawasan dan persyaratan otorisasi yang lebih kuat dalam Rancangan Undang-Undang No. 1131 sebagai bagian dari upayanya untuk memperkuat kepatuhan regulasi dan mencegah pencucian uang serta aktivitas keuangan ilegal lainnya. Persyaratan teknis dan operasional yang rinci untuk bisnis cryptocurrency akan ditetapkan melalui peraturan pelaksanaan setelah Dewan Nasional menyetujui kerangka hukum.

Rancangan undang-undang ini juga datang saat Monaco tetap berada di bawah pemantauan internasional terkait kelemahan dalam kerangka anti-pencucian uang dan pendanaan terorisnya. FATF menempatkan Monaco dalam daftar yurisdiksi yang berada di bawah pemantauan lebih ketat pada Juni 2024.