Australia Menghapus 45 Pendaftaran Crypto dan Remitansi dalam Setahun Terakhir

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

AUSTRAC Tingkatkan Pengawasan Terhadap Cryptocurrency

AUSTRAC mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, mereka telah membatalkan, menangguhkan, atau menolak untuk memperpanjang 45 pendaftaran terkait cryptocurrency dan remitansi. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap bisnis pembayaran yang dianggap berisiko tinggi.

Pada hari Senin, Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC) menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut ditujukan kepada penyedia layanan yang tidak aktif, bangkrut, atau tidak memiliki kapasitas untuk beroperasi secara efektif.

Kegagalan dalam Pelaporan dan Risiko Keamanan

AUSTRAC juga mencatat adanya kegagalan dalam melaporkan perubahan material, pendaftaran yang tidak akurat, serta kasus-kasus yang berpotensi menimbulkan risiko pencucian uang atau pendanaan terorisme yang signifikan. CEO AUSTRAC, Brendan Thomas, menegaskan bahwa bisnis yang pendaftarannya dibatalkan tidak lagi diperbolehkan untuk beroperasi.

Ia menambahkan bahwa individu yang terkait dengan beberapa bisnis tersebut telah dirujuk kepada penegak hukum atau mitra regulasi baik di dalam maupun luar negeri.

Kasus BA Digital Ventures dan GetCoins

Salah satu kasus yang disoroti adalah BA Digital Ventures, yang beroperasi sebagai GetCoins. Pendaftaran aset virtual GetCoins dibatalkan pada bulan Juni setelah menerima keluhan dari pelanggan. Regulator menyebutkan bahwa GetCoins diduga terlibat dalam penipuan investasi cryptocurrency terorganisir, dan pembatalan pendaftarannya, yang dilakukan bersama dengan National Anti-Scam Centre, berkontribusi dalam mengganggu aktivitas penipuan tersebut.

Daftar Bisnis yang Terlibat

Meskipun AUSTRAC tidak merinci semua 45 bisnis yang terlibat, mereka mencantumkan tindakan terbaru yang melibatkan GetCoins, Cryptolink, Self Custody, Jam Xchange, dan Coinsec Australia dalam daftar publik mereka. Selain itu, AUSTRAC juga telah membuka penyelidikan terhadap Western Union dan menangguhkan jaringan ATM crypto Cryptolink.