Fomo Mengumpulkan $75 Juta dalam Pendanaan Seri B
Fomo telah berhasil mengumpulkan $75 juta dalam putaran pendanaan Seri B, yang menilai platform perdagangan cryptocurrency tersebut sebesar $550 juta. Dalam tahun pertamanya, Fomo menarik lebih dari 625.000 pengguna dan menghasilkan volume perdagangan mencapai $4 miliar.
Detail Pendanaan
Menurut pengumuman Fomo pada 22 Juni, putaran pendanaan ini dipimpin oleh Index Ventures, dengan partisipasi dari Union Square Ventures dan investor yang sudah ada, Benchmark. Perusahaan ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa investor malaikat, termasuk:
- Mark Pincus (salah satu pendiri Zynga)
- Kevin Hartz (salah satu pendiri Eventbrite)
- Humam Sakhnini (CEO Discord)
- Tomas Okmanas (salah satu pendiri Nexos AI)
Konsep Perdagangan Sosial
Fomo dibangun di sekitar konsep perdagangan sosial, yang memungkinkan pengguna untuk melihat transaksi yang dilakukan oleh trader lain secara real-time dan mengeksekusi perdagangan serupa di berbagai blockchain tanpa harus memindahkan aset secara manual antar jaringan. Platform ini menyatakan bahwa pengguna dapat mengakses pasar cryptocurrency menggunakan Apple ID atau akun email, sambil menghindari kompleksitas jembatan, biaya gas, dan manajemen dompet.
Data dan Statistik
Pendanaan ini datang di tengah dukungan investor yang terus mengalir untuk produk cryptocurrency yang berfokus pada konsumen, meskipun harga aset digital masih berada di bawah puncak terbaru. Data dari RootData menunjukkan bahwa startup cryptocurrency mengumpulkan $4,11 miliar dalam 148 putaran pendanaan selama kuartal kedua. Fomo juga mengungkapkan bahwa platformnya telah mencatat lebih dari 110 juta interaksi sosial sejak diluncurkan setahun yang lalu.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa lebih dari 68.000 pengguna membeli cryptocurrency untuk pertama kalinya melalui Apple Pay, menghasilkan sekitar $25 juta dalam volume transaksi.
Peluang dan Aksesibilitas
Menjelaskan peluang tersebut, Fomo berargumen bahwa produk keuangan berbasis blockchain semakin mudah diakses seiring semakin banyak aset yang berpindah ke on-chain. Perusahaan ini membandingkan transisi saat ini dengan digitalisasi perdagangan saham yang dimulai pada tahun 1970-an, sambil menyatakan bahwa banyak konsumen masih kekurangan akses sederhana ke produk keuangan yang muncul.
Ketertarikan dan Desain Fomo
Dalam sebuah postingan di X pada bulan Desember, Delphi Digital menyatakan bahwa desain Fomo mungkin membantu menarik pengguna dengan membuat perdagangan terasa “lebih seperti menggulir umpan daripada duduk di terminal.”
Fomo muncul sebagai aplikasi perdagangan sosial terkemuka untuk spekulasi on-chain. Para pelaku cryptocurrency memilih aplikasi konsumen karena lapisan sosialnya mengubah cara mereka berdagang. Pengguna dapat melihat apa yang dibeli orang di jaringan mereka secara real-time dan dapat mengeksekusi perdagangan di seluruh rantai tanpa kesulitan.
Persaingan dan Produk Terbaru
Delphi Digital juga mencatat bahwa Fomo menghasilkan lebih banyak biaya bulanan dibandingkan Moonshot selama bulan November, meskipun merupakan produk yang lebih baru dan mengenakan biaya lebih rendah. Persaingan di segmen perdagangan sosial dan salinan tetap ketat. Bursa seperti Binance, Bybit, OKX, Bitget, dan KuCoin, antara lain, sudah menawarkan alat perdagangan salinan yang memungkinkan pengguna untuk mencerminkan strategi yang digunakan oleh trader lain.
Peluncuran produk terbaru menunjukkan bahwa Fomo sedang memperluas jangkauannya di luar perdagangan spot. Pada 11 Juni, perusahaan memperkenalkan futures perpetual yang didukung oleh Hyperliquid untuk pengguna di luar AS.
Pendanaan dan Dukungan Investor
Penggalangan dana terbaru ini menambah serangkaian pembiayaan pasar swasta besar yang diumumkan pada bulan Juni. Awal bulan ini, Digital Asset Holdings mengamankan $355 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh dana cryptocurrency unggulan Andreessen Horowitz untuk mendukung pertumbuhan ekosistem Canton Network. Di luar sektor cryptocurrency, Neura Robotics mengumumkan hingga $1,4 miliar dalam pendanaan Seri C yang didukung oleh investor termasuk Tether, Qualcomm, Amazon, Nvidia, Bosch, Schaeffler, dan Bank Investasi Eropa.
Menurut perusahaan, modal tersebut akan digunakan untuk memperluas pengembangan robot humanoid dan sistem otomatisasi dunia nyata. Bagi Fomo, pendanaan baru ini memberikan dukungan dari perusahaan yang sebelumnya berinvestasi di platform konsumen seperti Robinhood, Coinbase, Instagram, Snapchat, dan Twitter, menurut pengumuman perusahaan.