Coinbase Bekukan $3 Juta Terkait Jaringan Penipuan di Asia Tenggara

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Coinbase Bekukan $3 Juta Cryptocurrency Terkait Penipuan

Coinbase mengumumkan bahwa mereka telah membekukan lebih dari $3 juta dalam cryptocurrency yang terkait dengan jaringan penipuan yang beroperasi di Asia Tenggara. Bursa cryptocurrency ini berpartisipasi dalam operasi yang lebih luas yang dipimpin oleh Pusat Penipuan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Tindakan ini menargetkan kelompok kriminal yang dituduh melakukan penipuan cinta, penipuan investasi, dan penipuan kerja paksa.

Kolaborasi dengan Lembaga Lain

Coinbase menyatakan bahwa mereka telah berbagi intelijen dengan Meta, Microsoft, Starlink, DOJ, dan lembaga penegak hukum global lainnya. “Operasi ini menunjukkan bahwa penipu tidak dapat dihentikan oleh satu perusahaan atau lembaga yang bertindak sendiri,” kata Coinbase. Perusahaan menekankan pentingnya kolaborasi antara platform sosial, perusahaan keuangan, penyedia internet, dan aparat penegak hukum.

Meta melaporkan bahwa tindakan bersama ini telah menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun, halaman, dan grup di Facebook dan Instagram. Microsoft juga telah menangguhkan sekitar 20.000 akun penipuan yang terkait dengan jaringan tersebut.

Dampak Operasi Penipuan

Pada hari ini, melalui pusat penipuan mereka, DOJ mengumumkan hasil dari “Minggu Disrupsi” yang pertama, yang merupakan kemitraan dengan sektor swasta untuk menghancurkan penipuan siber dan cryptocurrency di Asia Tenggara. Dampak utama dari operasi ini meliputi:

  • Lebih dari 1,4 juta akun penipuan terganggu
  • $3,8 juta dalam cryptocurrency dibekukan

Starlink juga menghentikan konektivitas untuk ribuan kit yang terkait dengan penggunaan ilegal. Polisi Kerajaan Thailand menangkap 63 orang yang terhubung dengan operasi penipuan, menurut laporan dari Meta. Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa operasi ini menghubungkan aktivitas online dengan pusat penipuan di dunia nyata. Meta menambahkan bahwa intelijen yang dibagikan membantu mengidentifikasi lokasi penipuan, akun, infrastruktur, dan jaringan yang perlu ditinjau oleh penegak hukum.

Pentingnya Teknologi Blockchain

Coinbase membela peran pelacakan blockchain dalam operasi ini. Perusahaan menjelaskan bahwa catatan blockchain publik dapat membantu penyelidik melacak dana yang dicuri setelah korban mengirim cryptocurrency kepada penipu. “Teknologi blockchain memberikan penegak hukum sesuatu yang sering tidak dapat diberikan oleh sistem keuangan tradisional: catatan yang transparan, tidak dapat diubah, dan permanen dari setiap transaksi,” ungkap Coinbase.

Peningkatan Penipuan Investasi di AS

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian otoritas AS terhadap penipuan investasi yang terkait dengan cryptocurrency. DOJ telah menggambarkan penipuan pig butchering dan investasi sebagai salah satu jenis penipuan yang paling merusak yang menargetkan warga Amerika. Tindakan terbaru ini mengikuti dorongan yang lebih luas terhadap penipuan dan platform investasi palsu.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, otoritas AS membekukan lebih dari $701 juta dalam cryptocurrency yang terkait dengan jaringan penipuan global pada bulan April. Tindakan sebelumnya juga menargetkan lebih dari 500 situs web investasi palsu, yang menggunakan dasbor dan pengembalian palsu untuk meyakinkan korban agar menyetor lebih banyak dana.

Kerja Sama Internasional dalam Memerangi Penipuan

Lembaga penegak hukum di beberapa negara juga telah bergerak melawan pusat penipuan tahun ini, melibatkan AS, Thailand, Singapura, UEA, Austria, Albania, dan mitra lainnya. Pembekuan yang dilakukan oleh Coinbase menambah satu lagi contoh bagaimana bursa kini memainkan peran langsung dalam memerangi penipuan. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan mitra publik dan swasta dalam memblokir dana kriminal dan melindungi pengguna.