Ratusan Juta Dolar dalam Bitcoin Terlibat dalam Kasus Penculikan Kekerasan

20 jam yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Kasus Penculikan dan Perampasan Lamborghini

Sebuah kasus penculikan dan perampasan Lamborghini yang melibatkan pencurian ratusan juta dolar dalam Bitcoin kini menjadi sorotan dalam dunia kriminal federal. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan bahwa Adam Iza, seorang pria berusia 25 tahun dari California, telah mengaku bersalah dalam kasus federal yang berkaitan dengan percobaan perampokan Bitcoin dan penculikan di Danbury, Connecticut, yang terletak sekitar 50 mil sebelah timur laut New York City.

Rencana Penculikan dan Perampasan

Otoritas federal menjelaskan bahwa rencana tersebut bertujuan untuk mendapatkan Bitcoin yang terkait dengan pencurian senilai ratusan juta dolar melalui perampasan Lamborghini dan penculikan. Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Iza berperan dalam mendanai dan mengoordinasikan skema tersebut, menjaga komunikasi dengan beberapa penculik melalui ponsel dan aplikasi pesan terenkripsi, serta mengatur logistik.

Otoritas menuduh bahwa skema ini menargetkan orang tua dari individu yang terlibat dalam pencurian Bitcoin besar-besaran, dengan tujuan untuk mendapatkan akses ke cryptocurrency yang dicuri. Upaya tersebut berujung pada penculikan para korban setelah perampasan Lamborghini secara kekerasan. DOJ menyatakan,

“Penyelidikan mengungkapkan bahwa para korban penculikan adalah orang tua dari individu yang berpartisipasi dalam pencurian ratusan juta dolar dalam Bitcoin.”

Tren Penculikan Terkait Cryptocurrency

Insiden ini menambah daftar kasus di mana para penjahat diduga menargetkan individu yang memiliki cryptocurrency dalam jumlah besar. Di Minnesota, dua bersaudara dituduh mencuri $8 juta dalam crypto setelah menahan sebuah keluarga dengan senjata selama sembilan jam. Di North Carolina, Remy St. Felix dihukum dalam skema invasi rumah yang dirancang untuk memaksa korban menyerahkan aset digital. Jaksa federal di California juga menuduh tiga pria dari Tennessee terlibat dalam operasi perampokan dan penculikan senilai $6 juta yang menargetkan pemilik crypto.

Kekhawatiran serupa juga muncul di luar negeri, di mana otoritas Prancis menyelidiki penculikan salah satu pendiri Ledger, David Balland, dan pasangannya. Pengajuan tersebut menggambarkan upaya terkoordinasi yang melibatkan uang, perjalanan, akomodasi, dan komunikasi sebelum penculikan. Salah satu yang diduga sebagai rekan konspirator terlibat dalam perselisihan dengan putra korban di sebuah klub malam di Miami sebelum kejahatan tersebut. Orang tersebut kemudian tetap berhubungan dengan anggota kelompok penculikan, membantu mendanai operasi, serta mengatur transportasi dan akomodasi.

Implikasi Hukum dan Pengakuan Bersalah

Kasus ini menunjukkan bagaimana sengketa dalam dunia cryptocurrency dapat berujung pada konflik yang berbahaya. Iza mengaku bersalah atas konspirasi untuk mengganggu perdagangan melalui perampokan, yang dikenal sebagai perampokan Hobbs Act. Undang-undang federal ini mencakup perampokan, pemerasan, dan konspirasi terkait yang mempengaruhi perdagangan antar negara bagian atau luar negeri. Kerangka hukum ini memberikan yurisdiksi kepada otoritas federal ketika tindakan kriminal mempengaruhi perdagangan antar negara bagian atau luar negeri.

Bitcoin dapat berpindah melalui dompet digital, tetapi eksposur terhadap risiko dapat terjadi jauh dari platform perdagangan. Departemen Kehakiman menyatakan,

“Iza mengaku bersalah atas konspirasi untuk mengganggu perdagangan melalui perampokan (‘Perampokan Hobbs Act’), sebuah pelanggaran yang membawa hukuman penjara maksimum 20 tahun.”

Kasus Terpisah dan Penipuan

Kasus terpisah Iza di California menambah lapisan lain pada catatan federal yang mengelilinginya. DOJ melaporkan bahwa ia juga mengaku bersalah atas konspirasi melawan hak, penipuan melalui kabel, dan penghindaran pajak. Otoritas federal menuduhnya mengoperasikan Zort, sebuah bisnis perdagangan crypto, dan menggunakan deputi sheriff Los Angeles County yang tidak bertugas untuk mengintimidasi pesaing serta menyalahgunakan alat penegakan hukum. Kasus terkait melibatkan tuduhan pemerasan, pencarian ilegal, penangkapan palsu, dan penghalangan yang melibatkan deputi yang terhubung dengan penyelidikan. Lebih banyak investor cryptocurrency yang dirugikan setelah pengakuan bersalah ini, dengan jaksa mengatakan dana tambahan diminta sementara kasus penipuan masih berlangsung.