SEC Tetapkan Batas Waktu 24 Agustus untuk Tinjauan Opsi Bitcoin Nasdaq

3 jam yang lalu
2 menit baca
3 tampilan

Penundaan Keputusan SEC Mengenai Opsi Indeks Bitcoin

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menunda keputusan mengenai opsi indeks Bitcoin yang diusulkan oleh Nasdaq PHLX setelah mengabulkan permohonan CME Group untuk tinjauan penuh oleh Komisi. SEC mengeluarkan perintah pada 29 Juli, dan publikasi pada 3 Agustus di Federal Register menetapkan 24 Agustus sebagai batas waktu untuk pernyataan tertulis yang mendukung atau menentang persetujuan sebelumnya. Perintah tersebut tidak memutuskan apakah tantangan yurisdiksi CME valid. SEC menerima masalah ini untuk ditinjau dan menunda persetujuan yang diberikan pada 22 Mei hingga Komisi mengeluarkan perintah lain.

Detail Opsi yang Diusulkan

Keputusan ini mengikuti tantangan yurisdiksi dari CME mengenai status komoditas Bitcoin. Nasdaq PHLX mengusulkan opsi gaya Eropa yang diselesaikan secara tunai dengan ticker QBTC. Kontrak tersebut akan melacak CME CF Bitcoin Real Time Index yang dibagi 100. Penyelesaian akhir akan menggunakan varian New York dari CME CF Bitcoin Reference Rate, juga dibagi 100. Aturan yang diusulkan menetapkan batas posisi dan batas pelaksanaan sebanyak 24.000 kontrak. Berbeda dengan opsi pada saham ETF Bitcoin spot, QBTC akan merujuk pada indeks yang melacak Bitcoin itu sendiri. Perbedaan ini menciptakan sengketa utama karena saham ETF dianggap sebagai sekuritas, sementara Bitcoin diperlakukan sebagai komoditas dalam regulasi derivatif federal.

Tantangan dan Argumen CME

Staf SEC menyetujui perubahan aturan melalui otoritas yang didelegasikan pada 22 Mei. CME mengajukan pemberitahuan tentang rencana bandingnya pada 11 Juni, yang secara otomatis menunda keputusan tersebut. Mereka mengajukan petisi formal pada 18 Juni dan meminta para komisaris untuk membatalkan persetujuan tersebut. CME berargumen bahwa Bitcoin adalah komoditas non-sekuritas dan opsi yang didasarkan langsung pada nilai Bitcoin adalah swap opsi komoditas. Berdasarkan hal ini, mereka menyatakan bahwa Undang-Undang Pertukaran Komoditas memberikan wewenang eksklusif kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) atas kontrak tersebut. Operator bursa menyebut interpretasi hukum staf SEC “salah” dan berargumen bahwa Divisi Perdagangan dan Pasar telah melebihi otoritas yang didelegasikan. Namun, perintah tinjauan SEC tidak mendukung klaim tersebut atau membuat temuan tentang substansi.

Dampak dan Proses Selanjutnya

CME juga menyatakan bahwa persetujuan tersebut dapat mengekspos bursa dan bisnis kliringnya terhadap biaya regulasi baru, sambil memungkinkan produk yang bersaing. Mereka meminta Komisi penuh untuk menarik persetujuan staf daripada menunggu proses pengecualian CFTC yang terpisah. Persetujuan Mei mengambil pandangan hukum yang berlawanan. Staf SEC berargumen bahwa Bagian 717 Dodd-Frank dapat mengizinkan yurisdiksi SEC dan CFTC secara bersamaan ketika CFTC memberikan bantuan yang sesuai. Nasdaq juga menyatakan bahwa produk tersebut dapat memungkinkan investor ETF Bitcoin spot untuk melindungi eksposur di bursa sekuritas nasional dalam kerangka margin yang sama. Namun, persetujuan SEC saja tidak pernah cukup untuk memulai perdagangan. Nasdaq mengakui bahwa mereka harus memperoleh semua pengecualian CFTC yang diperlukan, termasuk bantuan yang memungkinkan Options Clearing Corporation (OCC) untuk mengkliring kontrak tanpa mendaftar sebagai organisasi kliring derivatif CFTC. OCC juga harus memperbarui pengungkapan risiko opsi standarnya.

Kesimpulan

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Nasdaq terus memperluas infrastruktur kriptonya dengan mendistribusikan data buku pesanan bursa melalui Pyth. Dalam liputan terkait, Nasdaq dan CME bermitra dalam kontrak berjangka indeks kripto yang melacak beberapa aset digital. Sengketa saat ini lebih sempit karena berkaitan dengan opsi yang terikat langsung pada Bitcoin daripada saham ETF Bitcoin. Pihak-pihak yang berkepentingan sekarang memiliki waktu hingga 24 Agustus untuk mengajukan pernyataan. Setelah meninjau pengajuan tersebut, para komisaris akan menentukan apakah persetujuan staf harus tetap berlaku. Perintah tersebut tidak memberikan batas waktu untuk keputusan akhir Komisi. Kasus ini dapat mempengaruhi lebih dari QBTC. CME memperingatkan bahwa persetujuan tersebut dapat menciptakan jalur bagi bursa sekuritas untuk mencantumkan derivatif yang terikat pada komoditas non-sekuritas lainnya di bawah aturan SEC. Ini adalah argumen hukum yang mengarah ke depan, bukan hasil yang ditetapkan oleh Komisi. Untuk saat ini, opsi indeks Bitcoin Nasdaq tetap tertunda. Bahkan jika SEC kemudian mengembalikan persetujuan, Nasdaq masih memerlukan bantuan CFTC yang diperlukan dan persetujuan OCC sebelum mencantumkan kontrak.