Senat Republik Mendesak Regulator untuk Menetapkan Aturan Modal Baru bagi Cryptocurrency

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Permintaan Enam Senator Republik untuk Standar Modal Aset Digital

Enam senator Republik telah meminta regulator perbankan AS untuk mengembangkan standar modal baru bagi aset digital, seiring dengan kemajuan legislasi di Kongres yang dapat memperluas keterlibatan bank dalam sektor cryptocurrency. Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, Senator Cynthia Lummis dan lima senator Republik lainnya mengirimkan surat kepada Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve, Michelle Bowman, Ketua Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), Travis Hill, dan Pengawas Mata Uang, Jonathan Gould. Mereka mendesak lembaga-lembaga tersebut untuk memberikan panduan yang lebih jelas mengenai cara bank harus menyimpan modal terhadap eksposur aset digital.

Argumen Para Legislator

Permintaan ini muncul saat Bowman, Hill, dan Gould dijadwalkan untuk bersaksi di depan Komite Layanan Keuangan DPR pada hari yang sama. Dalam surat mereka, para legislator berargumen bahwa standar internasional yang ada, yang dikembangkan oleh Basel Committee on Bank Supervision, menetapkan beban modal yang terlalu tinggi untuk aset digital. Para senator menunjuk pada bobot risiko 1.250% untuk kepemilikan cryptocurrency tertentu, sebuah ukuran yang digunakan oleh bank dan regulator untuk menentukan berapa banyak modal yang harus disisihkan terhadap potensi kerugian.

Basel Committee, yang beroperasi di bawah Bank for International Settlements dan mencakup regulator dari Amerika Serikat serta yurisdiksi besar lainnya, telah menerbitkan beberapa standar modal untuk aset digital dalam beberapa tahun terakhir. Senator Cynthia Lummis, Dan Sullivan, Bill Hagerty, Bernie Moreno, Ted Budd, dan Jon Husted menandatangani surat tersebut. Dalam surat itu, para legislator menyatakan bahwa persyaratan modal di masa depan harus mempertimbangkan baik risiko maupun peluang yang terkait dengan aset digital.

Pendekatan Netral terhadap Teknologi

Mereka juga mendesak regulator untuk mengadopsi pendekatan yang netral terhadap teknologi, yang akan memungkinkan bank untuk berpartisipasi dalam pasar aset digital tanpa dirugikan hanya karena teknologi yang digunakan. Menarik perhatian pada pernyataan bersama yang dikeluarkan pada bulan Maret oleh Federal Reserve, FDIC, dan Office of the Comptroller of the Currency, para senator mencatat bahwa regulator telah menyimpulkan bahwa sekuritas tokenisasi seharusnya umumnya menerima perlakuan modal yang sama dengan rekan-rekan tradisional mereka. Menurut surat tersebut, prinsip yang sama harus diterapkan secara konsisten ketika regulator mengevaluasi bentuk lain dari aset digital.

Legislasi Aset Digital di Kongres

Para legislator juga mengaitkan permintaan mereka dengan legislasi aset digital yang saat ini sedang dipertimbangkan di Kongres. Mereka menyatakan bahwa undang-undang yang tertunda akan memungkinkan bank untuk terlibat dalam kegiatan aset digital tambahan di neraca, menciptakan kebutuhan akan aturan modal yang jelas sebelum kegiatan tersebut menjadi lebih umum dalam sistem perbankan.

Dukungan Senator Lummis untuk Legislasi Cryptocurrency

Dorongan terbaru ini menambah upaya Senator Lummis untuk membela legislasi cryptocurrency dan memperluas kejelasan regulasi untuk sektor tersebut. Awal pekan ini, CNBC melaporkan bahwa Lummis mengkritik CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, atas komentarnya tentang CLARITY Act dan CEO Coinbase, Brian Armstrong. Dalam wawancara CNBC yang dikutip oleh jaringan tersebut, Dimon berargumen bahwa legislasi tersebut gagal menangani perlindungan perbankan utama dan kekhawatiran tentang pencucian uang. Lummis menolak interpretasi tersebut, menjelaskan kepada CNBC bahwa persyaratan pencucian uang dan Bank Secrecy Act sudah berlaku untuk aset digital dan termasuk dalam legislasi.